KETIK, MALANG – Menghadapi krisis pasokan BBM di Kota Malang, Elektra Motor di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Lowokwaru, menawarkan layanan konversi sepeda motor bensin menjadi motor listrik (molis). Layanan ini hadir sebagai opsi mobilitas ramah lingkungan tanpa perlu merogoh kocek untuk membeli unit baru.

Bengkel yang dimiliki oleh Rendy Vananda Audi ini tidak hanya menawarkan jasa konversi, melainkan juga perawatan hingga modifikasi molis.

Rendy mengaku telah menggeluti dunia molis sejak akhir 2018 dan baru menerima konsumen umum pada 2020. Ketertarikannya ini berawal dari latar belakang pekerjaannya di bidang IT yang dipadukan dengan hobi otomotif.

Dalam tahapan konversi, mesin berbahan bakar bensin dilepas dan diganti secara total dengan sistem penggerak elektrik. Tak hanya merombak sistem penggerak, proses ini juga membutuhkan penyesuaian teknis pada rangka serta dudukan mesin.

"Jadi, mesin bawaan dilepas semua terus diganti dengan mesin full elektrik. Tetap membutuhkan proses penyesuaian pada rangka dan dudukannya," jelasnya, Kamis, 15 Oktober 2026.

Baca Juga:
Peduli Transportasi Publik, Komunitas Transport for Malang Pasang Bangku dan Rambu Baru di Halte Trans Jatim

Untuk biaya konversi, Elektra Motor mematok harga mulai dari Rp20 juta. Angka tersebut dapat bertambah sesuai kebutuhan dan tingkat modifikasi yang diinginkan konsumen. Bahkan, Rendy mengaku pernah menangani biaya konversi hingga mencapai Rp450 juta.

Terkait jenis motor yang dikonversi cukup beragam, meski rata-rata berbasis matik seperti Honda Forza, Honda PCX, Yamaha XMax, Yamaha NMax, hingga Vespa Sprint.

"Kalau disini, kebanyakan konsumen atau 70 persennya melakukan konversi karena FOMO. Sedangkan sisanya atau 30 persen ingin memanfaatkan kelebihan motor listrik yang lebih ekonomis dan lebih irit," terangnya.

Selain konversi, ia juga mengaku semakin banyak menerima konsumen untuk perawatan motor listrik. Layanan servis mencakup pemeriksaan rutin, perbaikan mekanikal, hingga modifikasi peningkatan performa.

Baca Juga:
‎50 RTLH Milik Warga Kota Malang Dapat Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta, Ini Sebaran Wilayahnya

Rendy memperkirakan jumlah pengguna molis di Malang meningkat hingga 30 persen dibandingkan tahun 2025 lalu. Hal itu didasari dari jumlah molis yang masuk ke bengkelnya untuk servis rutin berkala, di mana mencapai hingga 60 unit setiap bulannya.

"Kami menyarankan pemilik molis untuk rutin servis berkala. Nanti dicek kabel, rangkaian kelistrikan, dan konektornya untuk mencegah gangguan akibat korosi termasuk dilihat bagian sambungannya," pungkasnya.(*)