KETIK, YOGYAKARTA – Peristiwa kebakaran hebat melanda bangunan Toko Hamzah Batik by Raminten di Jalan Margo Mulyo (Malioboro), Gondomanan, Kota Yogyakarta, Senin dini hari, 29 September 2026.
Kebakaran yang terjadi pada area lantai tiga dan empat gedung tersebut sempat membuat kawasan pusat perbelanjaan Malioboro mencekam.
Peristiwa amukan si jago merah pertama kali diketahui sekitar pukul 01.30 WIB. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan SH, membeberkan kronologi awal munculnya titik api di lokasi kejadian.
"Senin, 28 September 2026 sekira pukul 01.30 WIB saksi bersama temannya sedang mengerjakan perbaikan kamar mandi di lantai tiga, lalu mendengar suara letupan benda yang terbakar," ujar Iptu Dani Hasan.
Ia beberkan, selanjutnya saksi mengecek dan melihat api di ruang dapur lantai tiga. Saksi kemudian memberitahukan security yang berjaga, lalu security mengambil APAR untuk memadamkan api tersebut.
Namun, kobaran api yang kian membesar tidak mampu diredam menggunakan alat pemadam api ringan tersebut. Pihak keamanan toko lantas menghubungi tim pemadam kebakaran serta Polsek Gondomanan untuk memohon bantuan penanganan.
Dampak kebakaran yang meluas menggerakkan seluruh potensi pemadaman di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Komandan Regu (Danru) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta, Dipoyono, menyebutkan bahwa laporan masuk ke pihaknya pada pukul 01.44 WIB dan personel langsung meluncur ke TKP.
"Saat petugas tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi besar. Kalau kronologinya kita dapat laporan, api sudah besar di lantai paling atas. Waktu kita ke TKP itu sudah api besar sekali, sudah merembet ke lantai dua dari atas," kata Dipoyono.
Ia menambahkan, kobaran api menghanguskan sejumlah ruangan di lantai tiga dan empat hingga menyebabkan struktur atap bangunan runtuh.
"Kobaran api menghanguskan sejumlah ruangan di lantai 3 dan lantai 4. Untuk lantai 3 tidak terbakar seluruhnya," urai Dipoyono.
Proses pemadaman maraton berlangsung lebih dari empat jam dengan menerjunkan tim gabungan. Sedikitnya 12 unit armada damkar, satu truk damkar TNI, satu unit kendaraan Water Cannon Polresta Yogyakarta, serta bantuan personel dari Damkar Bantul, Sleman, UGM, TNI, hingga jaringan medis PSC 119 Kota Yogyakarta dikerahkan di lokasi.
Demi keamanan dan pencegahan risiko korsleting beruntun, arus listrik serta akses jalan di sekitar lokasi sempat dipadamkan dan ditutup total oleh aparat kepolisian.
Situasi panik juga sempat dirasakan warga sekitar permukiman. Ketua RW 02 Ngupasan, Wibisono, yang kediamannya persis berdampingan dengan gedung Hamzah Batik, mengaku langsung mengambil langkah cepat bersama warga.
"Kebetulan rumah kami memang persis di sebelah Hamzah Batik. Nah, kami juga melakukan tindakan preventif untuk memadamkan api di sekitaran rumah kami yang memang agar tidak menyebar ke mana-mana. Iya, seperti itu karena memang kebakarannya cukup besar tadi," tutur Wibisono.
Ia menduga awal mula api dipicu dari aktivitas proyek teknis.
"Terus kemudian sudah kami interview dari security Hamzah Batik, katanya tadi awalnya itu adalah percikan api yang terjadi pada saat mereka mengadakan proyek kamar mandi, katanya. Informasinya dari security-nya Hamzah Batik," lanjutnya.
Api akhirnya berhasil dikuasai dan petugas melakukan proses pendinginan hingga penyisiran bara api hingga sekitar pukul 05.40 WIB untuk memastikannya steril. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sementara total kerugian material masih dalam proses identifikasi.
Pihak manajemen Hamzah Batik Malioboro menyampaikan pernyataan resmi terkait penghentian sementara seluruh aktivitas bisnis maupun operasional pertunjukan seni budaya di lokasi tersebut.
"Atas kondisi tersebut, untuk sementara waktu hingga batas yang belum dapat kami tentukan, Hamzah Batik Malioboro akan menutup kegiatan operasional toko. Seluruh kegiatan, termasuk event, pertunjukan harian maupun bulanan, serta aktivitas lainnya, ditiadakan sementara waktu sampai kondisi memungkinkan untuk kembali beroperasi," rilis manajemen Hamzah Batik.
Pihaknya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan, vendor, dan mitra kerja atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Mengenai pemicu kebakaran, dugaan sementara dari pihak pemadam kebakaran dan kepolisian mengarah pada korsleting listrik di lantai empat gedung.
Atas insiden ini, petugas mengimbau masyarakat luas untuk selalu waspada dan memperhatikan kelaikan instalasi kelistrikan.
"Pesan untuk warga Jogja ya untuk kelistrikan, listrik di rumah secara berkala itu dicek. Nanti kalau sudah kabelnya sudah tidak layak dipakai ya kita ganti. Dan kami sarankan untuk kabel memakai yang SNI," imbau Dipoyono. (*)