KETIK, GRESIK – Semarakkan hari kemerdekaan RI ke 81 di bulan Agustus 2026 ini, Gressmall Gresik bersama APMMJ (Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Jawa Timur) Kabupaten Gresik menggelar Lomba Menghias Tumpeng pada Selasa, 4 Agustus 2026 di Atrium Gressmall.
Sebanyak 24 ibu-ibu dari berbagai daerah di Gresik ikut meramaikan lomba menghias tumpeng di Gressmall ini. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda spesial Gressmall dalam memeriahkan bulan kemerdekaan sekaligus mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya Indonesia melalui kreativitas kuliner.
Peserta dari lomba ini merupakan lomba beregu yang membentuk kelompok yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Seluruh peserta ditantang menghias tumpeng bertema "Tumpeng Kemerdekaan" dengan kreasi terbaik menggunakan bahan makanan yang telah dipersiapkan. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, estetika penyajian, kesenian tema, serta keharmonisan tampilan keseluruhan.
Lomba menghias tumpeng dipilih karena menjadi salah satu tradisi yang lekat dengan berbagai perayaan penting di Indonesia, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan.
Tumpeng tidak hanya menjadi sajian khas Nusantara, tetapi juga memiliki filosofi tentang rasa syukur, persatuan, kebersamaan, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik. Melalui kompetisi ini, Gressmall ingin mengangkat kembali nilai-nilai budaya tersebut dengan sentuhan kreativitas dari para peserta.
Baca Juga:
FHJN 2026 akan Hadir di Kota Batu, Angkat Potensi Jamur dan UMKM LokalKegiatan ini diikuti oleh berbagai kelompok peserta yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Seluruh peserta ditantang menghias tumpeng bertema "Tumpeng Kemerdekaan" dengan kreasi terbaik menggunakan bahan makanan yang telah dipersiapkan. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, estetika penyajian, kesenian tema, serta keharmonisan tampilan keseluruhan.
Dengan adanya lomba menghias tumpeng ini, Atrium Gressmall dipenuhi antusiasme peserta dan pengunjung yang menyaksikan secara langsung proses menghias tumpeng. Dengan adanya kehadiran Chef Lukman dari La Fancy yang melakukan Live Cooking juga membuat animo peserta maupun pengunjung tertarik untuk mengerti resep dan rahasia membuat masakan yang sedang dipertontonkan.
Beragam kreasi unik dengan dominasi nuansa merah putih berhasil menarik perhatian para pengunjung. Tidak sedikit peserta yang menghadirkan ornamen khas perjuangan bangsa, simbol Garuda, hingga miniatur bendera Merah Putih sebagai bagian dari dekorasi tumpeng mereka.
Baca Juga:
Panglima TNI Kunjungi Kepri, Amsakar Sambut di Batam Sebelum Bertolak ke LinggaGeneral Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Gressmall dalam menghadirkan program yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai budaya dan edukasi bagi masyarakat.
"Kami bangga dapat kembali menghadirkan kegiatan yang memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat Gresik. Melalui Lomba Menghias Tumpeng ini, kami ingin mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya Indonesia yang kaya seperti tumpeng ini," ujarnya.
Erich menyampaikan bahwa selain menjadi ajang kompetisi, lomba menghias tumpeng ini juga menjadi wadah silaturahmi serta mempererat kebersamaan antar peserta.
"Semangat gotong royong terlihat selama proses menghias, di mana setiap anggota kelompok saling bekerja sama untuk menghasilkan karya terbaik. Nilai kebersamaan inilah yang sejalan dengan semangat perjuangan para pahlawan dalam mendapatkan Kemerdekaan Indonesia," ungkapnya.
Salah satu dewan Juri, Chef Lukman, mengatakan bahwa penilaian lomba menghias tumpeng ini yaitu disesuaikan dengan tema kemerdekaan, baik kostum maupun konsep hiasan tumpeng.
"Penilaian lomba menghias tumpeng ini yang bertepatan dengan hari kemerdekaan tentunya konsepnya harus sesuai dengan nuansa kemerdekaan. Tetapi ada aspek lainnya yang jadi penilaian yaitu rasa, kebersamaan (teamwork), kebersihan, dan keamanan pangan (food safety)," jelasnya.
Lukman berharap setelah lomba menghias tumpeng ini, ibu-ibu bisa bertambah pengetahuannya mengenai tolak ukur menghias tumpeng kemerdekaan.
"Tadi sudah saya edukasi mengenai keamanan pangan seperti tidak menggunakan staples dalam menghias tumpeng. Kedepannya, semoga ibu-ibu bisa lebih kreatif dan teredukasi mengenai pengolahan tumpeng kemerdekaan yang bisa dijadikan sebagai bisnis tumpeng ini," harapnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Kedanyang, Aisyah, mengaku senang bisa mengikuti lomba menghias tumpeng ini ditengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.
"Senang bisa ikut lomba ini, sebelumnya pernah ikut lomba antar RT tetapi sekarang se-Kabupaten Gresik. Dengan lomba ini tentunya ibu-ibu bisa tergugah untuk berbisnis atau memiliki usaha sampingan seperti tumpeng selain sebagai ibu rumah tangga di rumah," pungkasnya. (*)