KETIK, PROBOLINGGO – Kehadiran Santri Kalpataru di lingkungan pondok pesantren kini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian ekosistem lokal. Program ini dibentuk dengan harapan besar untuk mencetak kader-kader muda yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap keberlanjutan alam.

Gerakan Santri Kalpataru difokuskan pada pembentukan karakter individu yang peduli lingkungan. Diharapkan, para santri yang tergabung di dalamnya mampu memberikan dampak positif, dimulai dari perubahan perilaku diri sendiri hingga meluas ke masyarakat di sekitar pesantren.

"Kehadiran Santri Kalpataru diharapkan menjadi promotor perubahan di internal pesantren. Mereka adalah pelopor yang akan mengajak rekan-rekan santri lainnya untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata," ujar Ny Hj. Nurdiana Kholidah saat memberikan sambutan.

Sebagai promotor lingkungan, Santri Kalpataru memiliki tugas strategis untuk menginisiasi berbagai program hijau, mulai dari manajemen pengelolaan sampah mandiri, penghematan sumber daya air, hingga penghijauan di area pesantren.

Melalui langkah ini, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat edukasi lingkungan yang mampu membawa perubahan nyata bagi ekosistem di masa depan.

Baca Juga:
Buka Oskar 2026, Gus Ama’ Ajak Santri Nurul Jadid Perkuat Mental dan Kemandirian di Era Digital

Santri Kalpataru diharapkan mampu membuktikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.(*)

Baca Juga:
Santri Jadi Generasi Pembelajar dan Pengajar Al-Qur’an