KETIK, SURABAYA – Olahraga rugby mulai diperkenalkan di sekolah yang ada di Surabaya, salah satunya di  SMP Negeri 18 Surabaya. Melalui sosialisasi yang digelar pengurus DPD Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Kota Surabaya, Senin, 26 Oktober 2026, para siswa mendapat kesempatan mengenal olahraga yang relatif baru di Indonesia tersebut sekaligus mempraktikkan teknik dasarnya.

Kegiatan ini semakin menarik dengan kehadiran Hiromu Fujimoto, mantan atlet sekaligus pelatih rugby asal Jepang. Ia mendampingi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Royhan dan Farel, dalam memberikan pengenalan serta peragaan teknik bermain rugby kepada para siswa.

Dari jajaran pengurus PRUI Surabaya, hadir Wakil Ketua Bambang HS, Humas Asslamet, serta Sutejo RC dari bidang kerja sama. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan rugby di lingkungan pendidikan sekaligus menjaring bibit atlet potensial sejak usia sekolah.

Bambang HS menjelaskan, rugby masih tergolong olahraga baru di Indonesia. Kondisi tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi melalui cabang olahraga ini.

“Rugby memberikan kesempatan bagi adik-adik yang masih duduk di bangku SMP untuk mulai belajar dan mengembangkan potensi. Siapa tahu, dari sekolah ini nantinya muncul atlet-atlet rugby yang mampu berprestasi,” ujarnya.

Baca Juga:
Rugby Surabaya Rising Champion 2026 Jadi Pemanasan Menuju Porprov Jatim 2027

Para siswi SMPN 18 Surabaya sangat antusias langsung mengikuti arahan untuk latihan dasar cara memegang dan mengoper bola berantai. (Foto: Sutejo Rc/Ketik.com)

Dalam sesi pengenalan, Royhan dari jurusan Olahraga Kependidikan dan Farel dari jurusan Ilmu Keolahragaan Unesa menjelaskan dasar-dasar permainan rugby.

Mereka juga memperkenalkan format permainan yang dirancang untuk pemula, yakni tag rugby atau T1, yang menggunakan pita di pinggang pemain sebagai sasaran untuk direbut tanpa harus melakukan kontak fisik langsung.

Pengenalan tersebut membantu siswa memahami bahwa rugby memiliki format permainan yang dapat disesuaikan dengan usia dan tingkat pengalaman pemain. Dengan aturan yang tepat, pendampingan pelatih, serta penerapan prosedur keselamatan, siswa dapat belajar secara bertahap sebelum mengenal permainan yang lebih kompleks.

Baca Juga:
Herlina Harsono Resmi Pimpin PRUI Kota Surabaya, Bidik Emas Porprov 2027

Royhan dan Farel kemudian memperagakan teknik melempar dan menangkap bola, termasuk posisi tubuh yang benar saat bermain. Hiromu Fujimoto turut mendampingi serta memberikan arahan agar siswa dapat memahami teknik dasar dengan lebih mudah.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mendapat kesempatan mencoba langsung teknik yang diperagakan. Hiromu mengaku cukup puas dengan respons para peserta. Menurut dia, sejumlah siswa menunjukkan potensi dan mampu menangkap arahan dengan cepat selama mengikuti praktik.

Pihak SMPN 18 Surabaya menyiapkan 20 siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 10 siswa putra dan 10 siswi putri. Mereka merupakan siswa yang memang memiliki ketertarikan terhadap olahraga rugby, sehingga diharapkan dapat menjadi kelompok awal dalam pengembangan olahraga ini di sekolah.

Hiromu Fujimoto dan Kepala Sekolah serta guru olahraga SMPN 18 (pegang bola Rugby) bersama pengurus Prui Surabaya, Mahasiswa Unesa. (Foto: Humas Prui Surabaya for Ketik.com)

Kepala SMPN 18 Surabaya, Gatot Ponco Wibowo, menyampaikan terima kasih kepada jajaran PRUI Surabaya dan tim pendamping yang telah berbagi pengetahuan serta pengalaman kepada anak didiknya. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dilanjutkan dengan program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, sekolah akan menyiapkan 10 siswa putra dan 10 siswi putri untuk mengikuti latihan dasar bersama guru olahraga. Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi siswa untuk menguasai teknik permainan, memahami aturan, serta membangun disiplin dan kerja sama tim.

Kolaborasi PRUI Surabaya, Unesa, pelatih berpengalaman dari Jepang, dan pihak sekolah diharapkan mampu membuka jalan bagi tumbuhnya minat rugby di kalangan pelajar. Dari 20 siswa yang mulai berlatih, SMPN 18 Surabaya berpeluang membangun pembinaan rugby yang berkesinambungan sekaligus menyiapkan calon atlet untuk meraih prestasi pada masa mendatang. (*)