KETIK, LEBAK – Proyek pembangunan jalan lingkungan di Kampung Selahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi sorotan publik setelah hasilnya rusak hanya dalam hitungan minggu sejak rampung dibangun.

Pembangunan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah dari APBD Banten 2025 melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten itu diduga bermasalah dari segi kualitas pengerjaan.

Hasil pantauan di lapangan pada Minggu, 19 Oktober 2025, menunjukkan bahwa jalan lingkungan tersebut sudah mulai retak di beberapa bagian. Bahkan, sebagian paving block yang digunakan tampak ambles dan tidak rata.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, proyek pembangunan jalan itu baru selesai dikerjakan sekitar sebulan yang lalu.

"Pembangunan tersebut menggunakan dua bahan, yakni Hotmix Aspal dan Paving Block," kata warga setempat. 

Baca Juga:
Seba Baduy 2026 Gerakkan Ekonomi Lebak, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp2,8 Miliar

Ia menambahkan, saat pengerjaan proyek berlangsung, bagian hotmix aspal sudah terlihat banyak tambalan, sementara beberapa sisi paving block kini juga tampak rusak.

Warga setempat berharap pihak terkait segera turun tangan memperbaiki kerusakan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.

Sementara itu, hingga kini wartawan masih berupaya menghubungi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten untuk meminta tanggapan terkait kondisi tersebut.

Baca Juga:
PPI Lebak Kawal Ketat Kedatangan Warga Baduy di Seba Baduy 2026