KETIK, LUMAJANG – Produksi pisang susu yang melimpah di wilayah Klakah dan sekitarnya, dilihat mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai peluang untuk meningkatkan nilai jual pisang susu tersebut. Salah satunya dilakukan dengan membuat selai pisang dari pisang susu tersebut.

Mahasiswa UGM yang sedang melaksanakan program KKN di Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah Lumajang melihat pisang susu saat ini nilai jualnya masih sangat rendah, sementara ketika sudah matang, daya simpannya tak bisa lama dan akan membusuk tanpa bisa dimanfaatkan lagi.

Keisha Arvidya Putri, penanggungjawab program edukasi kepada warga terkait pembuatan selai pisang ini mengatakan, pengenalan pembuatan selai pisang dari pisang susu ini memiliki potensi untuk dikembangkan karena produksi pisangnya melimpah, sekaligus menjadi solusi ditengah murahnya harga jika pisang susu dijual langsung ke pasaran.

“Keterbatasan daya simpan sebagai buah segar dari pisang susu ini menjadi kendala tersendiri. Jika dibuat selai pisang, maka daya simpannya bisanya lebih lama dan harganya bisa lebih tinggi,” kata Keisha Arvidia Putri, usai melakukan sosialisasi pembuatan selai pisang di Desa Tegal Randu, pada hari Minggu, 19 Juli 2026.

Sementara itu Husna, salah sat warga Desa Tegal Randu mengatakan, ide pembuatan selai dari pisang susu ini memang bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan daya jual pisang susu, karena cara membuatnya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri oleh warga dalam skala produksi rumahan.

Baca Juga:
514 DPC Dilantik Serentak di Jakarta, Ini Susunan Pengurus PKB Lumajang

“Ini sangat mudah dibuat dan simple. Warga disini bisa membuat sendiri di rumah. Mungkin akan banyak yang berminat untuk memproduksi selai pisang ini. Disamping itu pembuatan selai pisang dari pisang susu ini bisa menjadi usaha masyarakat jika terus dikembangkan,” kata Husna.

Senada dengan Husna, Keisha Arvidya Putri berharap warga yang sudah bisa membuat selai pisang bisa terus mengembangkan potensi dan produksinya, sehingga kedepan produk olahan ini bisa menjadi solusi ditengah melimpahnya produksi yang berakibat kepada turunnya harga jual di pasaran.

Mahasiwa UGM Yogyakarta, selain ada di desa Tegal Randu dalam kegiatan KKN-nya juga melaksanakan kegiatan yang sama di Desa Papringan Kecamatan Klakah.

 

Baca Juga:
IPM Lumajang Meningkat, Dari 69,37 Tahun 2023 Menjadi 71,02 di 2025