KETIK, MALANG – Presiden Prabowo Subianto menggembor-gemborkan swasembada daging dalam 5-6 tahun ke depan di pidato kenegaraan. Realita di Kota Malang justru sebaliknya, mengingat harga daging sapi terus melambung tinggi.
Kenaikan harga daging sapi di Kota Malang terjadi sejak lebih dari 2 minggu yang lalu. Di Pasar Bunul, kenaikan harga daging sapi telah menyentuh angka Rp150.000 dari Rp140.000 per kilogram. Sedangkan kenaikan dari RPH saat ini menjadi Rp145.000 per kilogram.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan saat ini pemerintah telah melakukan persiapan intervensi. Rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan segera dilaksanakan.
"Kita akan rapat TPID, kami meminta masukan dari anggota tim," ujar Wahyu, Jumat, 14 Agustus 2026.
Terlebih kenaikan harga daging sapi ini salah satunya dipicu oleh langkanya sapi hidup. Dalam mengatasi persoalan tersebut, Wahyu menyebut terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan.
Baca Juga:
Pramuka Kota Malang Wakili Jatim di Jambore Nasional, Bawa Gagasan Teknologi untuk Ketahanan Pangan"Kira-kira untuk menyelesaikan kelangkaan terkait dengan sapi ini seperti apa. Kita nanti ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, nah nanti akan menjadi satu solusi," lanjutnya.
Melalui high level meeting yang digelar bersama TPID, diharapkan muncul solusi atas kenaikan harga daging sapi di Kota Malang. Terlebih banyak pedagang maupun pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga tersebut.
Tak hanya itu, Wahyu juga menyinggung ketergantungan terhadap sapi impor. Namun ia masih harus melakukan pengecekan terkait data sapi impor.
"Makanya ini nanti kita akan cek data-datanya, ya," jelasnya.
Baca Juga:
Picu Potensi Gesekan, Sopir Angkutan Pelajar Kota Malang Diminta Tak 'Ngetrek' Penumpang UmumSementara itu Prabowo menyebut saat ini Indonesia belum mencapai swasembada daging dan bahan pangan lainnya.
"Kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah bisa kita capai dalam 5-6 tahun ke depan," katanya.(*)