KETIK, ACEH SINGKIL – Potensi curah hujan tinggi diprediksi terjadi pada Oktober hingga Desember 2026. Untuk itu, Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mengingatkan kesiapsiagaan bersama.
Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan pada Oktober 2026 sejumlah wilayah Aceh Singkil berpotensi mengalami intensitas tinggi, di atas 500 mm per bulan meliputi Kecamatan Danau Paris, Gunung Meriah, Kepulauan Banyak, Kota Baharu, Kuala Baru, Pulau Banyak Barat, Simpang Kanan, Singkil, Singkil Utara, Singkohor, dan Suro Makmur.
Sementara pada bulan November, dan Desember 2026, wilayah tersebut diprediksi mengalami curah hujan cukup tinggi antara 300–500 mm per bulan.
Menyikapi itu, bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan langkah antisipasi aktif di wilayah masing-masing.
"Saya menginstruksikan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, para camat, pemerintah kampung, serta instansi terkait agar meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah antisipasi. Pastikan kondisi lingkungan, drainase, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan bencana terus dipantau,” kata Oyon, Kamis, 1 Oktober 2026.
Baca Juga:
Diapresiasi Aries Agung Paewai, Dinas Pendidikan Tampilkan Karya dan Program Unggulan di Jatim Fest 2026Oyon menegaskan, kesiapsiagaan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap potensi bencana dapat diantisipasi sedini mungkin.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Singkil, Husni, mengimbau masyarakat untuk turut mengambil langkah kesiapsiagaan sejak dini.
"Masyarakat kami imbau melakukan gotong royong membersihkan lingkungan dan saluran drainase agar tidak tersumbat," kata Husni.
Ia juga minta, warga menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar yang mudah dibawa ketika terjadi keadaan darurat.
Baca Juga:
Kembangkan Museum Mpu Tantular, Gubernur Khofifah Buka Peluang Kolaborasi dengan Rahmat Wildlife MuseumSelain itu, masyarakat dihimbau memperhatikan arus listrik dan aset ketika hujan lebat atau banjir terjadi." Matikan aliran listrik jika kondisi tidak aman atau pindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi," ucapnya. (*)