KETIK, KEDIRI – Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program pemerintah daerah. Melalui Posyandu 6 SPM Seruni, pesantren yang terletak di Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren ini menjadi salah satu pilar utama dalam upaya mewujudkan target Kota Kediri bebas stunting.
Kontribusi nyata Ponpes Wali Barokah terlihat dari keterlibatan aktif warganya. Sebagian besar kader yang menggerakkan Posyandu 6 SPM Seruni berasal dari kalangan internal pondok.
Partisipasi ini dinilai memberikan kontribusi besar terhadap warga sekitar, dimana para santriwati tidak hanya fokus pada pendidikan agama tetapi juga terjun langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
"Terima kasih atas kerjasamanya selama ini karena keberadaan Posyandu Seruni ini sangat memberikan manfaat bagi banyak pihak. Terutama karena sebagian besar kader-kadernya itu adalah dari pondok dan mereka telah memberikan sumbangsih atau kontribusi yang cukup baik bagi masyarakat sekitar," kata Pengasuh Ponpes Wali Barokah, K.H. Sunarto, 29 April 2026.
Kontribusi pesantren melalui Posyandu 6 SPM Seruni tidak lagi terbatas pada bidang kesehatan seperti posyandu konvensional. Melainkan juga mencangkup bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial serta ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Seperti misalnya BISA kepanjangan bank sampah dan sanitasi inovasi dari bidang pekerjaan umum.
Baca Juga:
Hadiri Halalbihalal Sedulur Sarmuji Bolone Hadi, Mbak Wali Kota Kediri Ajak Warga Jaga Kebersamaan"Kita tetap berbuat karena memang manfaatnya cukup besar bagi kesehatan generasi penerus kita di masa-masa yang akan datang. Karena itu kita akan bekerja terus dan saya sampaikan kepada pemerintahan agar sektor terkait, terutama yang di luar dua bidang yang selama ini menjadi leading, ini saya berharap juga nanti memberikan pemahaman dan pembekalan bagi para kader yang ada di Posyandu Seruni," tambahnya.
Kehadiran posyandu di lingkungan pesantren itu mendapat apresiasi dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat meninjau pelayanan Posyandu 6 SPM Seruni. Mbak Wali sapaan akrabnya menyebut peran lintas sektor dinilai efektif untuk mewujudkan Kota Kediri bebas stunting yang menjadi bagian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
"Alhamdulillah di Wali Barokah semua sarprasnya lengkap. Baik tadi ada alat tensi, kolesterol, kemudian gula darah dan lain sebagainya, kemudian mengukur tinggi, semuanya lengkap," kata Mbak Wali.
Dengan dukungan semua pihak, wali kota termuda itu berharap angka stunting Kota Kediri 4,6 persen pada tahun 2025 berdasarkan data statistik dinas kesehatan setempat dapat turun hingga zero stunting. Untuk mewujudkan zero stunting, salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Kediri adalah menguatkan peran Posyandu 6 SPM.
Baca Juga:
Jelang SPMB 2026, Kota Kediri Siapkan 4 Jalur Penerimaan Murid Baru"Kita berupaya agar supaya sarpras yang ada di seluruh Posyandu di Kota Kediri nantinya lengkap, sehingga kami harapkan stunting ini nantinya ke depan tidak ada lagi," pungkasnya. (*)