KETIK, BITUNG – Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Adat Agama dan Budaya (POLA) Bitung, Puboksa Hutahaean, mendesak Pertamina dan aparat penegak hukum (APH) segera mengusut dugaan penyimpangan distribusi solar subsidi yang diduga menyebabkan kelangkaan bahan bakar bagi nelayan di Kota Bitung.
Desakan tersebut disampaikan setelah banyak nelayan mengeluhkan sulitnya memperoleh solar subsidi sehingga aktivitas melaut mereka terganggu.
Menurut Puboksa, berdasarkan informasi yang diterimanya, pasokan solar subsidi ke Kota Bitung mencapai sekitar 250 ton per hari. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan nelayan seharusnya dapat terpenuhi.
Namun, di lapangan, solar subsidi justru dilaporkan sulit diperoleh oleh para nelayan.
"Persoalan ini jangan dianggap sepele. Pertamina, APH, dan instansi terkait harus segera menindaklanjuti keluhan para nelayan," ujar Puboksa, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca Juga:
Diduga Berpotensi Cemari Laut, Aktivitas Potong Kapal di Tandurusa Kota Bitung Disorot WargaIa menduga terdapat kebocoran dalam penyaluran BBM bersubsidi. Menurutnya, sebagian solar yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan diduga disalurkan melalui jalur tidak resmi atau yang dikenal sebagai "dermaga tikus".
"Kami mendapat informasi pasokan solar mencapai hampir 250 ton setiap hari. Seharusnya dinikmati nelayan, tetapi ada dugaan sebagian justru keluar melalui jalur yang tidak semestinya. Dugaan ini harus diusut secara serius," tegasnya.
Puboksa meminta Pertamina bersama instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi solar subsidi di Kota Bitung agar penyalurannya tepat sasaran.
Ia juga berharap aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca Juga:
Kakak Beradik Misael Pusung dan Prishela Kaunang Resmi Jadi Advokat usai Disumpah di PT BantenMenanggapi informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Anugra, mewakili Kapolres Bitung AKBP Arie Nugroho, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti dugaan tersebut.
"Kalau infonya seperti tersebut, kami akan dalami lebih lanjut," kata Ahmad.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Pertamina terkait dugaan penyimpangan distribusi solar subsidi tersebut.
Dugaan kebocoran distribusi BBM subsidi juga masih menunggu hasil pendalaman oleh aparat penegak hukum.(*)