KETIK, SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Kantor Bupati Sampang, Jalan Jamaluddin, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Senin, 1 Juni 2026.
Upacara tersebut dihadiri Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan, Komandan Kodim (Dandim) 0828/Sampang Letkol Czi. Dika Catur Yanuar Anwar, Kapolres Sampang AKBP Hartono, serta Kepala Kejaksaan Negeri Sampang yang diwakili Kepala Seksi Intelijen Kejari Sampang Diecky Eka Koes Andriansyah.
Turut hadir Ketua Pengadilan Negeri Sampang, Ketua Pengadilan Agama Sampang A. Riza Suaidi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang Dr. Abdul Wafi, Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Selviana Slamet Junaidi, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Sariroh Mahfudz, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam upacara tersebut, Dandim 0828/Sampang Letkol Czi. Dika Catur Yanuar Anwar membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dalam amanatnya, Yudian Wahyudi menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga:
Bupati Pacitan Tak Ingin Pancasila Hanya Jadi Hiasan Dinding, Berikut Pesannya"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," ujarnya.
Ia menjelaskan, tema Hari Lahir Pancasila tahun 2026, yakni Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Menurutnya, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
"Pancasila merupakan fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah mufakat yang kita anut menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik," katanya.
Baca Juga:
Ribuan Jemaah Ikuti Salat Iduladha yang Digelar Pemkab SampangLebih lanjut, ia menegaskan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia, termasuk melalui pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang terjajah merupakan implementasi sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari.
"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks dalam buku sejarah," tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan para menteri dan kepala daerah agar memastikan setiap kebijakan publik yang diambil berlandaskan prinsip keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang paling rentan.
"Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita," ujarnya.
Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi religiositas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!" pungkasnya. (*)