KETIK, MALANG
– Usai terbentuknya kepengurusan baru, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB Kabupaten Malang) langsung memulai langkah konsolidasi. Wujudnya dengan menggelar silaturrahim ke seluruh MWCNU se-Kabupaten Malang.
Kegiatan ini menjadi ikhtiar awal kepengurusan baru untuk mempererat hubungan kelembagaan dengan Nahdlatul Ulama sekaligus menyerap aspirasi para kiai dan pengurus NU sebagai bagian dari penguatan organisasi.
Dalam setiap pertemuan, DPC PKB Kabupaten Malang diwakili oleh Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, H. Fatkhurrozi, mewakili Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H Kholiq didampingi Tim Pendamping Pembentukan Kepengurusan.
DPC PKB juga mengundang keluarga besar MWCNU, meliputi Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, Ketua PAC Muslimat NU, Ketua PAC GP Ansor, dan Ketua PAC Fatayat NU.
Dalam sambutannya, Fatkhurrozi menyampaikan bahwa silaturrahim ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus memohon doa, nasihat, dan masukan demi kemajuan PKB di setiap kecamatan.
"Kami ingin mendengar secara langsung bagaimana pandangan para kiai terhadap perjalanan PKB di masing-masing DPAC. Apa yang sudah baik akan kami pertahankan, dan apa yang masih kurang akan menjadi bahan evaluasi kami," ujarnya, ditulis Sabtu, 18 Juli 2026.
Selain meminta masukan mengenai perkembangan PKB di tingkat kecamatan, kata ia, DPC uga meminta pandangan para tokoh NU terkait evaluasi kepengurusan DPAC serta figur-figur yang dinilai layak mengemban amanah pada kepengurusan yang akan datang.
Menurut Fatkhurrozi, masukan dari para kiai menjadi bagian penting agar proses pembentukan kepengurusan benar-benar melahirkan kader yang amanah, mampu bekerja, dan dekat dengan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, DPC PKB juga menyampaikan berbagai ikhtiar yang selama ini telah dilakukan untuk Nahdlatul Ulama (NU).
Baik itu melalui perjuangan kebijakan di legislatif, pengawalan berbagai program yang berpihak kepada pesantren, madrasah, guru ngaji, masjid, mushala, maupun dukungan terhadap kegiatan-kegiatan ke-NU-an di berbagai tingkatan. Hal ini menjadi wujud komitmen PKB untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi warga Nahdliyin.
Dalam penjelasannya, Fatkhurrozi menegaskan bahwa hubungan PKB dengan NU tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelahirannya.
"PKB lahir bukan dari ruang kosong. Berdasarkan Surat Resmi PBNU Nomor 925/A.II.03/6/1998 tanggal 22 Juni 1998, PBNU menugaskan Tim Lima yang didampingi Tim Sembilan untuk mempersiapkan berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa. Karena itu, secara historis PKB memiliki hubungan yang sangat erat dengan NU. Kami tidak boleh melupakan akar sejarah tersebut," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa secara ideologis terdapat keselarasan antara Mabda Siyasi PKB dengan Qonun Asasi Nahdlatul Ulama.
"Mabda Siyasi PKB mengajarkan perjuangan politik yang berlandaskan kejujuran, keadilan, kemaslahatan, persaudaraan, musyawarah, dan pengabdian kepada rakyat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan spirit Qonun Asasi NU yang menempatkan agama sebagai pedoman moral dalam membangun kehidupan bermasyarakat, menjaga persatuan, menebarkan kemaslahatan, dan menghadirkan keadilan. Karena itu, secara nilai, perjuangan PKB dan NU memiliki titik temu yang kuat," jelasnya.
Meski demikian, Fatkhurrozi menegaskan bahwa seluruh kader PKB harus memahami Khittah Nahdlatul Ulama 1926 secara utuh.
"NU adalah organisasi diniyah ijtima'iyah yang berdiri di atas semua golongan dan tidak menjadi bagian dari partai politik mana pun. Justru karena memahami Khittah itulah, kami datang dengan penuh adab. Kami tidak datang untuk membawa NU ke dalam politik praktis, tetapi datang untuk sowan, meminta doa, nasihat, dan restu kepada para ulama sebagai bagian dari tradisi yang harus terus dijaga," tegasnya.
Silaturrahim tersebut mendapatkan sambutan hangat dari jajaran MWCNU. Hampir seluruh MWCNU menyampaikan apresiasi karena kegiatan seperti ini dinilai baru pertama kali dilakukan secara terstruktur oleh DPC PKB Kabupaten Malang.
Salah satu apresiasi disampaikan oleh KH. Syafaat Muhammad, Ketua MWCNU Turen. Menurutnya, silaturrahim yang dilakukan DPC PKB Kabupaten Malang merupakan langkah yang sangat positif karena selama ini komunikasi antara PKB dan NU belum terbangun secara intens.
"NU berdiri di atas semua partai politik. Namun kalau melihat sejarah awal pendiriannya, hubungan NU dengan PKB itu sifatnya mukhālith, yakni hubungan keluarga. Sedangkan dengan partai politik lainnya sifatnya mujāwir, yaitu hubungan bertetangga atau bermitra. Jadi, bagaimanapun juga, yang namanya keluarga tentu tidak tega melepas begitu saja. Hanya saja, selama ini komunikasi kita memang kurang terjalin secara intens."
KH. Syafaat juga memberikan catatan kepada PKB agar memperkuat identitas kelembagaan partai di tengah masyarakat.
"Selama ini kami melihat kader-kader PKB yang telah menjadi anggota dewan lebih banyak membangun branding personal masing-masing daripada membangun branding PKB sebagai sebuah kelembagaan," terangnya.
"Padahal, ketika masyarakat merasakan manfaat dari kerja-kerja kader, yang harus ikut menguat adalah nama dan marwah PKB sebagai rumah perjuangan bersama. Karena itu, kami berharap ke depan seluruh kader mampu menyeimbangkan antara membangun kapasitas pribadi dengan menguatkan citra dan identitas PKB sebagai partai yang lahir dari rahim perjuangan para ulama Nahdlatul Ulama," sambungnya.
Menurutnya, silaturrahim seperti ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali komunikasi, rasa memiliki, dan semangat kebersamaan antara NU dan PKB dalam bingkai saling menghormati peran dan posisi masing-masing sesuai dengan Khittah Nahdlatul Ulama.
Melalui rangkaian silaturrahim ini, DPC PKB Kabupaten Malang ia berharap hubungan historis dan emosional antara PKB dan NU semakin erat, terbangun komunikasi yang sehat dan saling menghormati. Serta tercipta sinergi yang lebih kuat untuk memberikan kemaslahatan bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara. (*)
Pengurus Baru PKB Kabupaten Malang Tancap Gas, MWCNU Didatangi Satu per Satu Jemput Restu Kiai
18 Jul 2026 • 14:25
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, H. Fatkhurrozi, saat silaturahmi ke MWCNU. (Foto: PKB Kabupaten Malang)
Tags:
PKB Kabupaten Malang Kabupaten Malang nu MWCNU
Berita Lainnya oleh Gumilang