KETIK, SURABAYA – Penanganan dampak kekeringan masih dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Distribusi air bersih dilakukan di berbagai daerah, termasuk wilayah Kabupaten Lamongan. Salah satunya di Dusun Bakon, Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, yang sebelumnya mendapat bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Lamongan.

Pemerintah Kecamatan Ngimbang mencatat penyaluran bantuan air bersih di wilayah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga saat kemarau. 

Dikutip dari postingan akun Instagram @bpbd_jatim pada tanggal 28 September 2026. Penanganan juga berlangsung di wilayah lain. Di Kabupaten Tulungagung, BPBD pada 28 September 2026 menyalurkan 340 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 3.491 warga di 11 desa yang terdampak kekeringan. 

Sementara di Kota Madiun, BPBD mendistribusikan air bersih kepada 21 kepala keluarga di dua kelurahan. Bantuan diberikan setelah sumur warga mengering dan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. 

Baca Juga:
BNPB Catat Sejumlah Bencana Karhutla di Berbagai Wilayah Indonesia pada 26-27 September 2026

Di Kabupaten Malang, hingga 27 September 2026 BPBD telah menyalurkan 3.033.250 liter air bersih kepada warga terdampak di enam kecamatan. Distribusi tersebut mencakup sejumlah desa, di antaranya Tumpakrejo, Karangkates, Sumberoto, Sumberejo, Kalirejo, Sumberpetung, Putukrejo, dan Arjosari. 

Penyaluran juga dilakukan di Kabupaten Probolinggo. Pada 27 September, BPBD setempat mendistribusikan 24 ribu liter air bersih ke tiga dusun yang terdampak kekeringan. Salah satu lokasi penyaluran berada di Dusun Koncean, Desa Jurangjero, Kecamatan Gading, dengan bantuan 12 ribu liter untuk 78 kepala keluarga atau 235 jiwa. 

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Jember. BPBD Jember mencatat sejumlah wilayah masih membutuhkan bantuan air bersih, di antaranya Mrawan, Baban Timur, Curahmalang, dan Plalangan. Informasi tersebut tercatat dalam pembaruan BPBD Jember pada 27 September 2026. 

Secara keseluruhan, kekeringan telah berdampak pada sejumlah wilayah di Jawa Timur. Berdasarkan data BPBD Jatim per 23 September 2026, terdapat 24 kabupaten/kota yang menetapkan status darurat kekeringan. Hingga saat itu, distribusi air bersih telah mencapai 23 kabupaten/kota dengan total 18.548.700 liter. 

Baca Juga:
BPBD Jatim Dampingi Pemulangan Dua Jenazah Korban KM Virgo ke Rumah Duka

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BPBD kabupaten/kota terus melakukan distribusi air sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Selain bantuan air bersih, penanganan kekeringan juga diarahkan pada pencarian sumber air dan penyediaan sarana penyimpanan air untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau. (*)