KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo menggelar munajat santri dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Kegiatan berlangsung pada Rabu malam (21/10/2026) di halaman kantor Biro Kepesantrenan. Malam itu juga dimeriahkan Panggung Santri, ajang unjuk kreasi bagi para santri.
Munajat santri merupakan salah satu dari tiga agenda utama yang digelar pesantren dalam menyambut HSN 2026.
Dua agenda lainnya adalah Santri Talk dan Apel Akbar Hari Santri. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pesantren memaknai Hari Santri secara utuh, tidak hanya lewat upacara, tetapi juga lewat doa, diskusi, dan ekspresi kreatif.
Kegiatan munajat diikuti oleh perwakilan santri dan seluruh guru di lingkungan pesantren. Para peserta memadati halaman Biro Kepesantrenan sejak awal acara. Suasana khidmat terasa selama rangkaian doa dan taujihat berlangsung.
Baca Juga:
Pimpin Apel Hari Santri Nasional ke-12 Tahun 2026, Plt Bupati Tulungagung Pesan Jadi Santri Kreatif dan Berbakti untuk NegeriDalam taujihatnya, Wakil Kepala Pesantren 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Gus Mohammad Imdad Robbani, mengajak santri meneladani semangat para ulama dan pejuang yang melahirkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Ia menekankan bahwa musuh terbesar santri hari ini adalah diri sendiri, terutama sikap nyaman di zona nyaman dan enggan berubah menjadi lebih baik.
Di sela rangkaian munajat, panitia menghadirkan Panggung Santri yang menampilkan sejumlah pertunjukan seni dan keagamaan.
Penampilan tersebut meliputi Hadrah ala Santri, Lalaran ala Santri, MSQ, dan pembacaan puisi. Seluruh penampilan dibawakan oleh santri Nurul Jadid.
Baca Juga:
Gus Imdad Robbani: Musuh Terbesar Santri Hari Ini Bukan Penjajah, tapi Zona NyamanRangkaian penampilan itu mendapat perhatian dari para santri yang menyaksikan. Mereka memadati area acara dan mengikuti setiap sajian dari awal hingga akhir. Penampilan para santri dinilai memukau dan menambah semarak malam munajat.
Sekretaris Pesantren, H. Tahiruddin, menyampaikan bahwa Mimbar Santri bertujuan memberikan ruang kreasi bagi santri. Melalui ruang tersebut, santri dapat mengekspresikan bakat dan minatnya di hadapan teman-teman dan para guru.
Menurutnya, bakat dan minat santri perlu terus diberi wadah agar dapat tumbuh dan berkembang. Pesantren, lanjutnya, tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga tempat santri mengasah potensi dan kreativitasnya.
Perpaduan munajat dan panggung kreasi ini menjadi warna tersendiri dalam peringatan HSN tahun ini. Santri diajak memperkuat spiritualitas melalui doa bersama, sekaligus menyalurkan bakat melalui seni dan budaya pesantren.
Setelah munajat, rangkaian HSN 2026 di Nurul Jadid berlanjut pada puncak kegiatan berupa Apel Akbar Hari Santri pada Kamis (22/10/2026). (*)