KETIK, SURABAYA – Pakar Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Gambar Candra Premananto mendorong koperasi bisa mengikuti perkembangan zaman, seperti beradaptasi dengan teknologi Artificial Iintelligence (AI).
Hal ini ia sampaikan dalam acara seminar ekonomi bertajuk "Transformasi Koperasi Ritel Menjadi Koperasi Modern di Era Ekonomi Digital" yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister FEB UNAIR, di Plasa Unair Kampus C, Kamis, 18 Juni 2026.
"Koperasi tidak bisa lagi menjalankan bisnis secara konvensional. Mereka harus bertransformasi dan mampu mengakomodasi transaksi maupun layanan berbasis digital agar tidak ditinggalkan konsumen," ujarnya.
Selain mendorong koperasi melakukan digitalisasi, ia juga menilai kemampuan manajerial dan tata kelola keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan koperasi. Lebih lanjut, besarnya dana yang dikelola koperasi harus diimbangi dengan kompetensi pengelolaan yang memadai.
Menjawab tantangan tersebut, Prof. Gancar mendorong pemerintah untuk berkolaborasi dengan praktisi dan akademisi.
Baca Juga:
Video Viral Diduga Rekam Adegan Asusila di Kampus, UNAIR Beri Penjelasan"Kolaborasi ini penting agar koperasi tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pendampingan secara berkelanjutan sehingga mampu tumbuh dan berkembang dengan sehat," ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa mengatakan pihaknya terus mempersiapkan SDM untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini, katanya sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong koperasi agar tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tapi merambah ke sektor produksi, konsumsi dan berbagai usaha produktif lainnya.
"Momentum ini sangat tepat untuk menjalankan bahwa koperasi memiliki spektrum usaha yang sangat luas dan harus dikelola secara modern serta profesional," lanjutnya.
Endy juga berharap generasi mudah ikut menggerakkan koperasi, agar terus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. (*)