KETIK, PAGAR ALAM –>– Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan komitmennya, dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan Pemkot Pagar Alam adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah, agar menjadi lahan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung Wali Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan, H. Ludi Oliansyah ST, saat meninjau lahan kosong di kawasan perkantoran Pemerintah Kota Pagar Alam, tepatnya di samping Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pagar Alam.
Dalam kunjungan tersebut, Wako Pagar Alam memperkenalkan konsep pengelolaan lahan yang lebih efektif, melalui penerapan teknik budidaya modern dan pemanfaatan teknologi pertanian.
Langkah ini diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan.
Baca Juga:
Resmi Jabat Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Siap Lanjutkan Program Unggulan dan Perkuat SinergiPemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, merupakan salahsatu langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan. "Selain menghasilkan komoditas pertanian, program ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat, agar memanfaatkan setiap jengkal lahan yang dimiliki,” ujar Kak Ludi.
Wako menjelaskan, apabila hasil panen dari lahan percontohan tersebut menunjukkan hasil yang optimal, Pemerintah Kota Pagar Alam akan menindaklanjutinya dengan membagikan bibit kepada masyarakat.
Program tersebut juga akan dibarengi dengan edukasi mengenai teknik budidaya, perawatan, dan pengelolaan tanaman yang baik agar hasil pertanian masyarakat Pagar Alam semakin meningkat.
Dikatakan Kak Ludi, masih terdapat sejumlah lahan milik Pemerintah Kota Pagar Alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Baca Juga:
Hobi Berkebun Berbuah Cuan, Plant Nursery RT 05 Jadi Andalan Proklim MerjosariKarena itu, pemerintah Pagar Alam berkomitmen mengelola lahan-lahan tersebut secara bertahap menjadi kawasan produktif yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui program ini, Pemerintah berharap pemanfaatan aset daerah dapat dilakukan secara lebih optimal, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.