KETIK, BREBES – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyetujui usulan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi untuk menaikkan kuota rumah subsidi Jawa Tengah dari 25 ribu menjadi 50 ribu unit. Persetujuan disampaikan saat kunjungan kerja di Desa Kaliwlingi, Brebes, Sabtu, 9 Mei 2026.

“Menteri PKP langsung menyetujui usulan kenaikan kuota rumah subsidi dari 25 ribu menjadi 50 ribu unit untuk Jawa Tengah,” ujar Menteri Ara sapaan akrab Maruarar Sirait.

Ia menyebut sektor perumahan mampu mendorong perputaran ekonomi luas. Program renovasi rumah tidak layak huni juga diperluas, terutama di Brebes. Jika 2025 hanya 20 unit, tahun 2026 program bedah rumah di Brebes melonjak jadi 600 unit atau naik 30 kali lipat.

Maruarar menekankan pentingnya penguatan ekonomi warga agar rumah yang direnovasi bisa dirawat baik. Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan pembangunan perumahan adalah pelayanan dasar yang butuh kolaborasi pusat hingga desa.

Ia juga meminta daerah mempercepat penyelesaian tata ruang agar pembangunan tidak berbenturan dengan lahan sawah dilindungi.

Baca Juga:
Kucurkan Rp 28 Miliar ke Brebes, Gubernur Jateng: Keroyok Kemiskinan dan Jaga Swasembada Pangan

PT Bank Negara Indonesia melaporkan penyaluran Kredit Program Perumahan hingga April 2026 mencapai Rp1,7 triliun atau 73,9% dari target Rp2,3 triliun. Di Brebes, minat masyarakat mencapai Rp270,1 miliar dari 348 calon debitur, lebih tinggi dibanding kegiatan serupa di Manado senilai Rp206 miliar.(*)

Baca Juga:
Pemkot Surabaya Tancap Gas BSPS, Menteri PKP Puji Sinergi yang Gerakkan Ekonomi Rakyat