KETIK, SURABAYA – Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf) Teuku Riefky Harsya membeberkan capaian ekspor dari Jawa Timur (Jatim), pada saat menghadiri acara Jatim Media Summit 2026 pada Kamis, 30 Juli 2026.
Ia membeberkan ekonomi di Jatim menunjukkan data saingnya di level global dengan ekspor subsektor kriya. Nilainya sekitar USD0,87 miliar atau berkontribusi 22,9 persen terhadap total ekspor nasional.
Tak hanya itu, sektor ekspor lain yang juga turut menunjukkan kenaikan dari subsektor kuliner. Nilainya mencapai USD47,02 juta atau berkontribusi 16,8 persen.
"Ekonomi kreatif Jawa Timur juga dari subsektor game developer. Nilai ekspor sekitar USD5,56 juta atau setara 20,1 persen," katanya.
Menurutnya capaian ini menjadi mesin baru, khususnya dalam ekonomi kreatif Jatim. Pertumbuhan ekonomi ini berdampak pada ketersediaan lapangan kerja baru.
Baca Juga:
Komitmen Bantu Pemenuhan Gizi Balita, SIER Dukung Pemkot Surabaya Percepat Penurunan Stunting"Data yang kami dapat dari Badan Pusat Statistik menyebutkan jumlah tenaga kerja hingga Oktober 2025 untuk sektor (ekonomi kreatif) ini, mencapai 27,4 juta," bebernya.
Sedangkan untuk tenaga kerja, masih berdasarkan data BPS, politikus Partai Demokrat itu membeberkan serapan tenaga kerja meningkat. Dilihat mulia 2022, tenaga kerja untuk industri kreatif sebanyak 23,98 juta, pada 2023 mencapai 24,92 juta dan 2024 mencapai 26,47 juta.
"Ini menandakan bahwa ekonomi kreatif mampu menjadi episentrum baru serapan tenaga kerja,” tegas Teuku Riefky.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim), Adhy Karyono menjelaskan industri media menjadi salah ayu penyumbang ekonomi kreatif.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah: Data BPS Jadi Kompas Utama Perencanaan Pembangunan"Pertumbuhan ekonomi Jatim yang mencapai 5,96 persen turut didorong ekonomi kreatif. Masuknya artificial intelligence memberi pengaruh terhadap perkembangan ekonomi kreatif," katanya. (*)