Perhelatan Piala Soeratin U-17 grup N yang akan digelar di Stadion Menak Sopal Trenggalek tinggal menghitung hari. Jika tidak ada aral melintang kompetisi yunior regional Jawa Timur tersebut akan diselenggarakan pada 19-23 Agustus 2026.

Ada tiga tim tamu yang akan meramaikan, yakni Perspa Pacitan, Blitar Poetra, dan PSBR Blitar. Format pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi.

Secara umum, Persiga Trenggalek cukup berpengalaman menggelar atau bertindak sebagai tuan rumah, baik di tingkat senior maupun junior. Hampir rata-rata Persiga selalu lolos dari fase grup.

Artinya, tak hanya hitungan secara teknis, namun sakralnya Stadion Menak Sopal selalu menjadi momok bagi lawan. Hampir sulit bagi lawan untuk bisa mengalahkan tuan rumah. Nah, ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan oleh anak asuh Bimo Romadhani.

Tidak hanya sekedar menjaga tradisi selalu lolos, namun progres persepakbolaan Trenggalek bisa diukur dari hasil babak penyisian grup N tersebut, setelah absen pada tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Jadwal dan Tim Peserta Berubah, Persiga Trenggalek Diuntungkan di Piala Soeratin?

Paling tidak bisa menjawab akan keinginan publik mengembalikan kejayaan sepak bola Teenggalek. Rasa ingin itu tidaklah berlebihan.

Persiga pernah menjadi Juara Divisi 3 nasional pada tahun 2013 dan Juara Liga 3 Jawa Timur pada tahun 2018. Apalagi suporter setia akan hadir di Stadion Menak Sopal.

Melihat kekuatan tiga tim yang akan dihadapi, mungkin hanya Perspa Pacitan yang sedikit relatif mudah untuk dikalahkan. Sedangkan duo Blitar, yakni Blitar Poetra dan PSBR bisa menjadi jalan terjal jika Persiga tidak berhati-hati.

Meskipun belum pernah bertemu di level yunior, sepak bola Blitar bisa dibilang lumayan bagus di wilayah Mataraman. Ini akan menjadi tugas berat pelatih untuk meracik tim agar bisa menjadi yang tebaik di grup N.

Secara matematis, Persiga minimal harus memenangkan dua pertandingan jika ingin menyegel tiket lolos fase grup. Syukur-syukur kalau bisa meraih poin absolut dengan menyapu bersih tiga pertandingan.

Pendeknya, menjadi juara grup atau runner up sama saja, yang penting bisa lolos. Meskipun lebih bergengsi menjadi juara grup.

Tak kalah penting adalah publik berharap banyak akan sentuhan tangan dingin ketua umum yang baru Ayup Nualak. Tidak hanya bisa memberi warna baru tapi juga bisa mendongkrak prestasi Persiga.

Tak hanya tugas berat, namun seakan ada ranggngjawab moral yang diemban untuk ikut serta memajukan sepak bola Trenggalek.

Sebagai tim yang punya pengalaman tampil di tingkat regional, baik untuk level senior dan junior, tidak ada alasan Persiga gugur fase grup, apalagi bertindak sebagai tuan rumah.

Kita wajib mengapresiasi langkah berani yang diambil oleh jajaran manajemen dengan menggunakan pemain full lokal dan pelatih lokal.

Setidaknya ini menjadi bukti sekaligus kepercayaan akan kualitas talenta-talenta muda  berbakat yang ada di Bumi Menak Sopal. Asumsinya bisa lolos fase grup serta target-target lain yang diusung pihak manajemen.

Kemudian, dengan menggunakan materi pemain full lokal juga bisa dijadikan referensi akan progres pembinaan pemain muda Trenggalek. Artinya, jika sukses lolos tentu akan menjadi angin segar dan sebaliknya jika gagal tentu akan menjadi preseden buruk.

Yang jelas publik berharap banyak akan capaian maksimal di Piala Soeratin, karena masih banyak event yang akan diikuti, mulai dari Liga 4 ataupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Semoga.

*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)