KETIK, BATU – Memasuki musim libur panjang, lonjakan wisatawan dan kepadatan kendaraan kembali mewarnai sejumlah ruas jalan di Kota Batu. Untuk menjaga kenyamanan bersama, Pemkot Batu memberikan panduan bertajuk “Ramai Wisatawan, Tetap Nyaman untuk Warga” berisi imbauan tertib berlalu lintas hingga etika berwisata.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan panduan tersebut disebarluaskan melalui platform digital resmi pemerintah sebagai bentuk edukasi kepada wisatawan agar tetap tertib selama berada di Kota Batu.

“Lonjakan kendaraan dan kepadatan wisatawan memang kerap terjadi saat libur panjang. Karena itu, kami mengajak wisatawan untuk tetap berkepala dingin di jalan serta menghormati hak-hak warga lokal sebagai tuan rumah,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurutnya, keselamatan dan ketertiban lalu lintas menjadi perhatian utama pemerintah, terutama di jalur menuju destinasi wisata yang rawan mengalami kepadatan kendaraan.

Pihaknya mengimbau pengendara untuk berangkat lebih awal guna menghindari penumpukan kendaraan pada jam sibuk.

Baca Juga:
Call Center 110 Polres Batu Aktif 24 Jam, Warga Bisa Lapor Secara Gratis dan Instan

Selain itu, wisatawan juga diminta tidak saling menyerobot antrean kendaraan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Mantan Kadiskumperindag ini juga menegaskan larangan melawan arus karena berpotensi memicu kecelakaan fatal di jalur wisata yang padat kendaraan.

“Kami meminta seluruh pengendara mematuhi marka jalan dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang diarahkan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” katanya.

Selain tertib berlalu lintas, wisatawan juga diimbau memprioritaskan keselamatan keluarga selama perjalanan dan tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi terburu-buru.

Baca Juga:
Ratusan Siswa SD di Kota Batu Ikuti Skrining Jantung Rematik, Cegah Risiko Sejak Dini

Tak hanya fokus pada kemacetan, Aries juga menaruh perhatian terhadap kenyamanan masyarakat lokal yang tinggal di kawasan wisata maupun permukiman padat penduduk.

Melalui panduan “What to Do?”, wisatawan diminta menjaga etika selama berkunjung ke Kota Batu, salah satunya dengan tidak memarkir kendaraan sembarangan hingga menutup akses rumah warga.

Pemerintah juga mengimbau pengunjung mengurangi penggunaan klakson berlebihan agar tidak menimbulkan polusi suara yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

“Kami berharap wisatawan tetap menjaga ketertiban, terutama saat melintasi kawasan permukiman maupun area penginapan warga,” jelas Aries.

Selain itu, wisatawan juga diajak mendukung perekonomian masyarakat dengan membeli produk UMKM lokal dan menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di sekitar destinasi wisata.

“Melalui panduan ini, kami berharap wisatawan dapat menikmati keindahan Kota Batu dengan nyaman, sementara warga lokal tetap bisa beraktivitas tanpa terganggu. Mari bersama-sama mewujudkan liburan yang aman, tertib, dan berkesan,” pungkasnya. (*)