KETIK, JAKARTA – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) berkolaborasi dengan Perempuan Indonesia Maju (PIM) dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) menggelar Festival Merah Putih untuk melestarikan budaya, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi UMKM di Jakarta pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Dalam siaran persnnya, Ketua Umum Kowani Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan pelestarian kebaya tidak sebatas menjaga warisan budaya.
Kebaya juga memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi melalui keterlibatan perajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.
Menurut Nanny, pengembangan kebaya berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, industri kreatif hingga penguatan ekonomi masyarakat.
"Saya yakin kegiatan seperti ini (Festival Merah Putih) memberikan dampak yang kuat, ujar Nanny dikutip, Senin 24 Agustus 2026.
Baca Juga:
Fahri Hamzah: Indonesia Harus Kuasai AI dan Perkuat Kepemimpinan Berbasis IlmuSebab, festival ini tidak hanya berbicara tentang kebaya dan budaya, tetapi juga berkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan, UMKM, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Nanny mengapresiasi para desainer dan pelaku industri kreatif yang terus mengembangkan kebaya dan busana Indonesia.
Ia menilau parade, pameran, dan kegiatan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.
Sementara Ketua Umum PIM Lana T Koentjoro mengatakan Festival Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antar-elemen perempuan Indonesia.
Baca Juga:
Ariawan Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif"Ketika perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi dapat duduk bersama, bekerja bersama, dan menghadirkan kegiatan yang positif, tentu akan memberikan energi yang besar bagi kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia," kata Lana.
Ia menuturkan, gagasan Festival Merah Putih bermula dari komunikasinya dengan Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam, kemudian berkolanborasi dengan Kowani sebagai organisasi berbasis perempuan.
Dari komunikasi tersebut, kolaborasi kemudian dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan.
Festival tidak hanya menghadirkan Parade Kebaya Merah Putih, tetapi juga talk show, pertunjukan seni, serta kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.
Lana menilai keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi bagian penting karena mereka memiliki peran strategis dalam meneruskan nilai-nilai budaya Indonesia kepada generasi berikutnya.
"Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya, persatuan, dan Indonesia sejak dini," kata dia. (*)