KETIK, ACEH SINGKIL – Lembaga Cendikiawan Anak Pahlawan (L-CAPA) Provinsi Aceh, menyoroti pelaksanaan revitalisasi percepatan pasca banjir di satuan sekolah, temukan atap seng dipasang diduga tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan. 

"Investigasi di lapangan, hampir seluruh satuan sekolah penerima bantuan revitalisasi percepatan pasca banjir di Aceh Singkil, ketebalan atap seng yang terpasang diduga tidak sesuai spesifikasi, " kata Azmi KN, ketua L - CAPA Aceh, Sabtu, 3 Oktober 2026, di Pulo Sarok. 

Azmi mengatakan bahwa temuan indikasi manipulasi ketebalan atap seng yang dipasang di sekolah penerima bantuan revitalisasi Aceh Singkil, kuat dugaan akibat kelengahan pihak sekolah, pengawasan, konsultan, dan pihak dinas pendidikan sendiri, kata Azmi. 

"Kami sudah turun investigasi, dan melakukan pengukuran ketebalan atap seng. Hampir rata-rata ketebalannya ditemukan di bawah spesifikasi yang ditentukan, " terangnya.

Lanjutnya, dari beberapa kepala sekolah yang ditemui, mereka umumnya mengaku bahwa order ketebalan atap seng yang dipesan 0,35 mm. "Anehnya mengapa hasil ukur ketebalan ditemukan umumnya rendah, " ujar Azmi. 

Baca Juga:
Pemkab Halmahera Selatan Buka Ruang Tanggapan atas Usulan Nama Bandara yang Berakar pada Sejarah Bacan

Dugaan ketidaksesuaian ketebalan atap seng yang dipasang sambungnya merupakan pelanggaran serius.

"Semua satuan Pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi harus taat juklak dan juknis revitalisasi yang telah ditentukan," katanya.

Guna menyelamatkan indikasi kerugian negara atas semua itu, ia pun meminta pihak APH melakukan investigasi ke sekolah-sekolah penerima bantuan revitalisasi tahun 2026 ungkapnya. 

Sementara, plt, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Singkil, Syam'un Nasution, yang ditemui sebelumnya, mengatakan apabila ada celah merugikan sekolah atas order atap seng pihaknya akan turun ke lapangan mengecek kebenaran informasi, katanya. (*) 

Baca Juga:
Eri Cahyadi Instruksikan ASN Pemkot Surabaya Berkantor di Balai RW, Minta Berikan Solusi Kepada Warga