KETIK, MALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menggelar acara kuliah tamu dengan menghadirkan Viktor Laiskodat sebagai narasumber pada Senin, 11 Mei 2026, di Gedung Widyaloka.

Pada acara tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa UB memiliki tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan serta mendorong NKRI tetap utuh dan menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban dunia.

Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi titik awal dalam konsep rehabilitasi yang tidak lagi melihat masyarakat berdasarkan daerah tertentu. Dalam hal ini, ia menyoroti banyak isu yang sengaja dibuat untuk memprovokasi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran UB menjadi bagian yang ikut menjaga keutuhan negara, khususnya di Malang Raya.

"Ini adalah salah satu titik awal untuk kemudian bagaimana kami berharap nanti, dalam konteks rehabilitasi itu, kita tidak lagi melihat di Malang, khususnya Malang Raya ataupun di daerah-daerah di Indonesia, ada tulisan yang tidak menerima teman-teman dari daerah tertentu," ungkap Dr. Ahmad Imron.

Dengan adanya acara ini, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu merumuskan posisi yang benar-benar berpihak kepada bangsa demi menciptakan kejayaan negara.

Baca Juga:
Nanda Gudban Comeback di Malang! Dampingi Viktor Laiskodat di UB, Ini Posisinya Sekarang

Dekan FISIP UB menyampaikan tujuan adanya kuliah tamu ini salah satunya untuk membahas parliamentary threshold yang disandingkan dengan asupan akademis terkait sistem politik agar demokrasi dapat tumbuh dengan baik.

"Asupan-asupan akademis berkaitan dengan bagaimana penataan sistem politik yang kita harapkan ke depan, itu menjadi bagian yang terus kami dorong dari kampus supaya demokrasi kita tumbuh dengan baik. Demokrasi kita akan menjadi salah satu pilar dalam kehidupan berbangsa," jelas Dekan FISIP UB.

Selain itu, Wakil Rektor I Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., juga menyampaikan bahwa forum ini akan menciptakan gagasan-gagasan strategis serta menjadi ruang yang sangat baik bagi mahasiswa sebagai penerus bangsa dalam melahirkan pemikiran baru untuk kebijakan Indonesia.

"Saya kira ini forum yang sangat bagus. Kehadiran para aktivis lintas fakultas membuat forum ini sangat menarik untuk diskusi. Yang hadir adalah Gen Z yang lima tahun mendatang atau sepuluh tahun mendatang akan menjadi pelaku sejarah Indonesia," ujar Prof. Imam Santoso.

Baca Juga:
TPA Supit Urang Malang Tak Lagi Tampung Semua Jenis Sampah per Agustus 2026

"Karena itu saya sangat senang, forum ini akan melahirkan gagasan-gagasan yang sangat strategis untuk kemajuan Indonesia. Mahasiswa nantinya akan melahirkan pemikiran-pemikiran untuk kebijakan pembangunan Indonesia yang lebih inklusif dan akuntabel serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa Indonesia," imbuhnya.

Acara ini berlangsung dengan lancar dan tertib. Para mahasiswa terlihat antusias dan kritis dalam diskusi bersama Viktor Laiskodat. Kehadiran narasumber langsung dari bidang politik pemerintahan membuat banyak mahasiswa mendapatkan ilmu dan inspirasi dalam membangun bangsa Indonesia yang lebih baik. (*)