KETIK, MALANG – Ramai masyarakat menyatakan dukungan terhadap kehadiran Koridor 2 Trans Jatim Malang Raya. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur masih melakukan kajian untuk penambahan rute yang banyak melintasi Kabupaten Malang.
Dukungan salah satunya disampaikan oleh Dewan Kampung Nuswantara (DKN) bersama organisasi kemasyarakatan lainnya. Bahkan, berdasarkan survei yang dilakukan, sebanyak 90,9 persen warga Malang Raya mendukung kehadiran Koridor 2 Trans Jatim tersebut.
Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Wilayah Malang Dishub Jatim, M. Binsar Garchah Siregar, menjelaskan masih dilakukan pemetaan halte maupun bus stop di wilayah Kabupaten Malang. Termasuk koordinasi dengan pengelola maupun pemilik wilayah yang menjadi lokasi pemberhentian.
"Harus ada survei lagi terkait apakah betul-betul tempat itu dibutuhkan oleh masyarakat. Masih butuh kajian. Kemarin penyusunannya sampai di situ supaya bisa menentukan berapa yang dibutuhkan. Ada beberapa yang mungkin ada penolakan atau ingin penambahan juga," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.
Beberapa rute yang menjadi kajian mulai dari Terminal Hamid Rusdi menuju Bululawang, Gondanglegi, hingga Kepanjen. Sementara itu, rute yang berada di wilayah Kota Malang masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi bersama sopir angkot.
Baca Juga:
Demo Pengemudi Angkot di Surabaya Jalan A Yani Dialihkan Sementara"Kalau harapan netizen memang ada rute dari Arjosari ke Kepanjen. Kalau rute di Kota Malang masih negosiasi atau kesepakatan dengan operator angkot yang sudah ada," lanjutnya.
Binsar menegaskan rute Bus Trans Jatim ditentukan berdasarkan kajian kebutuhan masyarakat. Terlebih, Gubernur Jawa Timur telah menjamin kemudahan akses masyarakat terhadap transportasi publik yang aman, nyaman, tertib, tepat waktu, dan terjangkau.
"Jadi, ketepatan waktu ini karena kebutuhan masyarakat kita bukan hanya terkait dengan murah saja, tetapi aman, nyaman, dan yang sangat penting tepat waktu. Masyarakat sekarang sudah berpacu dengan waktu. Maka nanti yang dipilih adalah jalur-jalur yang dekat dengan sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, pasar, dan sebagainya," katanya.
Ketua Dewan Kampung Nuswantara, Ach. Harun Al Rasid, menjelaskan berdasarkan riset bersama Tim Riset Independen, 90,9 persen masyarakat mendukung kehadiran Koridor 2 Trans Jatim Malang Raya. Bahkan, seluruh responden juga setuju dengan pengalihan rute angkot menjadi feeder atau angkutan pengumpan di kawasan perumahan maupun sekolah menuju halte.
Baca Juga:
Respon Rencana Pembukaan Trans Jatim Koridor 2, DPRD Kota Malang Terima Kekhawatiran Paguyuban Sopir Angkot"Usulan integrasi rute feeder yang melintasi Sawojajar, Oro-Oro Dowo, Soekarno-Hatta (Suhat), Sukun, Bumiayu, dan zona sekolah dinilai sangat tepat sasaran bagi mobilitas harian warga," ujarnya.
Menurutnya, dukungan tersebut membuktikan masyarakat menginginkan akses transportasi publik yang lebih baik. DKN juga menginginkan pemerintah dapat memastikan manajemen trayek yang bebas dari tumpang tindih (overlapping).
"Jadi harus mensterilkan jalur perumahan dan zona sekolah sebagai wilayah operasional eksklusif feeder agar tidak bergesekan dengan koridor utama bus," pungkasnya.