KETIK, TRENGGALEK – Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek melakukan kunjungan kerja (kunker) dalam daerah yang bertajuk melakukan pengawasan terhadap dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT ZET, Perumda Air Minum Tirta Wening, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan).
"Kami bersama teman-teman komisi II melakukan fungsi pengawasan dengan melakukan kunjungan ke tiga lokasi, yaitu Dilem Wilis, Perumda Air Minum Tirta Wening, dan Dispertan," kata Murkam, Wakil Ketua komisi II setempat, Jumat 30 Oktober 2026.
Murkam menjelaskan, pihaknya melakukan kunjungan pertama ke Dilem Wilis yang berlokasi di Kecamatan Bendungan untuk memastikan kesiapannya membangun sarana dan prasarana yang rencananya akan di anggarkan Rp3,8 miliar dari dana pinjaman Pemkab ke pihak ketiga.
"Intinya, kita ingin Dilem Wilis yang disupport anggaran besar tersebut kedepan bisa menghasilkan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Paling tidak ada tanggungjawab moral atas anggaran yang diberikan," ucapnya.
Politisi PKB itu menyebut jika anggaran Rp3,8 miliar tersebut salah satunya akan diperuntukkan rehab gudang kopi, pabrik susu, dan rehab cafe yang akan diperluas agar bisa digunakan untuk rapat-rapat.
Baca Juga:
Nur Arifin, Pengusaha Muda Siap Ramaikan Bursa Pilkades Trenggalek"Komisi II beberapa waktu yang lalu sudah membahas dengan OPD terkait yakni Dispertan. Kan Dilem Wilis dari tahun ke tahun dapat suntikan anggaran. Nah dari hasil rapat bersama OPD kami masih belum mendapatkan gambaran outcome nya seperti apa," tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, saat kunjungan tadi komisi II juga mendapat pemaparan dari master plan Dispertan dan kalau dikerjakan secara profesional sangat mungkin bisa menjadi daya ungkit.
Namun demikian, jika kita melihat dari kondisi yang ada ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah kebun cengkih yang sudah mati, sedangkan untuk rehab gedung kopi juga perlu dipertanyakan, karena budidaya kopi masih direncanakan pada tahun depan.
"Pendeknya, prasarananya sudah dibangun sedangkan bahan bakunya masih akan dikerjakan tahun depan. Tentu ini kan juga menjadi catatan. Karena, keberadaan pabrik tersebut bisa dijadikan daya dukung untuk destinasi wisata," paparnya.
Ia berharap agar Dispertan benar-benar mengoptimalkan dalam perencanaan tersebut dan tidak sekedar menggugurkan kegiatan harian atau tahunan. Tak terkecuali bisa dikelola dengan sebaik-baiknya.
"Komisi II nanti pasti akan menghitung dengan belanja moda Rp3,8 miliar break even point (BEP) kapan," tegasnya.
Sedangkan untuk Perumda Air Minum Tirta Wening, ia cukup mengapresiasi atas capaian kinerjanya. "Dari paparan yang disampaikan ada peningkatan dari sisi usaha, pendapat dan jaringan. Termasuk mengoptimalkan pengembangan dan pengolahan Air Minum dalam Kemasan (AMDK)," tutupnya (*)