KETIK, BOJONEGORO – Kodim 0813 Bojonegoro menyalurkan 200.000 liter air bersih ke 12 desa di delapan kecamatan yang terdampak kekeringan, Selasa, 29 September 2026.
Bantuan tersebut diberikan menyusul kesulitan warga mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap warga yang mengalami kesulitan akibat kekeringan.
"Kegiatan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bukti bahwa TNI AD selalu ada di tengah-tengah kesulitan rakyat dan menjadi solusi," ujarnya.
Sebanyak enam truk tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air ke sejumlah titik. Penyaluran melibatkan Babinsa bersama perangkat desa dan masyarakat setempat.
Baca Juga:
Sudah Disebar 4,8 Ton Garam, Hujan Buatan yang Sasar Pacitan Belum BerhasilDistribusi dilakukan di Kecamatan Dander sebanyak 88.000 liter, Ngasem 16.000 liter, Sukosewu 24.000 liter, Kedungadem 8.000 liter, Balen 8.000 liter, Sumberrejo 16.000 liter, Bubulan 8.000 liter, dan Kapas 32.000 liter.
Kepala Desa Sumodikaran, Hj. Khotimah, mengatakan bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan air warga yang mengalami kesulitan selama musim kemarau.
"Bantuan ini sangat-sangat bermanfaat bagi warga kami," katanya.
Ia berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara berkala selama musim kemarau masih berlangsung.
Baca Juga:
KAHMI dan FORHATI Papua Barat Daya Buka Akses Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak KemarauDi sejumlah lokasi, air dari truk tangki disalurkan ke bak penampungan, kemudian warga mengambilnya menggunakan jeriken, ember, dan wadah lainnya. (*)