KETIK, MALANG – Kehadiran Klinik Asuransi di Persada Hospital menuai respons positif dari pasien sejak diluncurkan (soft launching). Banyak pasien yang merasa lebih tenang saat menggunakan polis berkat layanan edukasi, konsultasi, dan pendampingan yang diberikan.
Manajer Pembiayaan Kesehatan Persada Hospital, dr. Nurul Amalia Rizki, M.M.R.S., menjelaskan Klinik Asuransi menjadi pendamping insurance journey bagi pasien. Banyak pasien merasa terbantu oleh pendampingan tersebut ketika hendak menggunakan manfaat asuransinya.
"Pasien itu merasa lebih aman dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Aman di bagian administrasinya, sehingga mudah mendapatkan informasi. Di sini hak pasien mendapatkan informasi yang jelas terkait asuransinya. Lebih tenang, dan lebih percaya diri dalam menggunakan hak asuransinya," ujarnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Melalui Klinik Asuransi, Persada Hospital berupaya memberikan layanan one stop desk yang dapat menyelesaikan persoalan pasien dalam satu meja. Layanan proaktif ini juga didukung oleh dokter penguji kesehatan yang menjadi jembatan antara bagian medis dan administratif agar pasien merasa lebih aman.
"Di sini kami upayakan untuk transparansi. Kami mencoba membuat dan mendampingi pasien untuk menerima, walaupun itu nanti terkadang bisa ter-cover semuanya, ter-cover tapi ada excess, atau mungkin penolakan. Kami mendampingi pasien untuk menyiapkan mental bagaimana mengatasi penolakan, atau bagaimana upaya ketika pasien umum mau reimburse," jelasnya.
Baca Juga:
Pertama di Indonesia! Persada Hospital Hadirkan Klinik Asuransi, Pangkas Kerumitan Administrasi PasienDirektur Medis PT Persada Medika Raya, dr. Herman Yosef Limpat Wihastyoko, Sp.B.P.R.E., Subsp. K.M. (K), menjelaskan keberadaan Klinik Asuransi sangat relevan dengan kondisi pasien Persada Hospital. Pasalnya, sekitar 60 persen pasien yang berobat ke rumah sakit tersebut merupakan pengguna asuransi.
"Kami memang sepakat melayani, encourage pasien-pasien yang punya asuransi privat," ujarnya.
Bahkan, Persada Hospital telah menggandeng lebih dari 200 penyedia layanan asuransi yang sering digunakan oleh pasien, baik perusahaan asuransi dalam negeri maupun luar negeri.
"Bahkan beberapa waktu ini malah marak sekali asuransi dari luar negeri. Dari Jerman, Nepal, India, itu masuk semua dari kami," jelasnya.
Baca Juga:
RSSA Malang Kembangkan GRIYA KEMAH untuk Kurangi Timbulan Limbah OrganikBanyak manfaat yang didapatkan pasien ketika mengakses Klinik Asuransi, mulai dari kepastian dalam merespons komplain hingga pemangkasan alur administrasi.
"Pasti komplain dari pasien itu bisa kita limitasi. Selama ini kan panjangnya alur administrasi. Kita ingin berupaya mempersingkat. Pasien ini sudah sakit, sudah pening. Jangan sampai ditambah pening dengan panjangnya proses administrasi," pungkasnya.(*)