KETIK, MALANG – Terselip di antara bangunan, terdapat jalan tembus yang menghubungkan Jalan Terusan Batubara dan Jalan Simpang L.A. Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Uniknya, akses jalan yang telah berpaving tersebut dinamakan warga sebagai Jalan Menuju Surga.

Berdasarkan penelusuran ketik.com, ada kisah menarik di balik pembangunan jalur tersebut. Salah seorang warga yang juga merupakan Ketua Panitia Pembangunan, Asmuri, menuturkan bahwa jalur tembus itu awalnya hanya berupa jalan tanah setapak menuju area persawahan.

Sebelum jalan ini dibangun, apabila ada warga yang meninggal dunia, iring-iringan pengantar jenazah terpaksa harus memutar jauh melewati Jalan L.A. Sucipto yang merupakan jalan raya utama. Kondisi ini kerap menyulitkan warga karena minimnya akses pintas yang memadai.

"Dulu kondisinya masih berupa jalan setapak ke sawah dan hanya bisa dilewati pejalan kaki. Ketika ada yang meninggal dunia dan menuju ke pemakaman, warga harus memutar hingga ke jalan raya yang jaraknya cukup jauh," jelasnya saat ditemui Ketik.com, Kamis, 9 Juli 2026. 

Berangkat dari keresahan tersebut, muncul inisiatif warga untuk menyulap jalan setapak menjadi jalan tembus yang layak. Pembangunan secara gotong royong pun dilakukan bertahap sejak tahun 2016.

Baca Juga:
Ada Pengalihan Arus di Alun-Alun Merdeka Malang Besok 10 Juli 2026, Cek Rute Alternatifnya

"Untuk anggarannya murni dari swadaya warga yang berasal dari jimpitan beras. Jadi, beras dikumpulkan dari tiap warga lalu dijual dan uang hasil penjualannya dipakai membeli tanah uruk serta bahan material yang dibutuhkan," ungkap pria berusia 63 tahun ini. 

Agar jalan tembus memiliki lebar yang ideal, warga sempat meminta pemilik sawah untuk merelakan sebagian lahannya. Niat baik ini pun disambut positif oleh pemilik lahan demi kepentingan bersama.

"Di tahun 2018, akhirnya pembangunan selesai dan dapat dilewati khusus sepeda motor. Jalan tembus ini memiliki panjang sekitar 600 meter, dengan lebar di sisi timur 1,2 meter dan bagian tengah lebarnya sekitar 2,5 meter," terangnya.

Setelah rampung, kini Jalan Menuju Surga ramai dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur alternatif untuk menghindari kemacetan yang kerap terjadi di Jalan L.A. Sucipto. Namun, tantangan berikutnya bagi warga saat ini bukan lagi soal pembangunan, melainkan pemeliharaan.

Baca Juga:
Binus University Malang Gelar Pameran Citrapata, Tampilkan Karya Inovasi Desain dan Teknologi Mahasiswa

"Saya berharap ada perhatian dari Pemkot Malang, agar jalan tembus ini bisa permanen dengan cara diaspal dan irigasi persawahan di sekitarnya bisa ditata. Termasuk adanya pemasangan lampu penerangan yang memadai, karena selama ini kami yang menyediakan secara swadaya," tandasnya.(*)