KETIK, CILACAP – Ketua DPD PSI Cilacap Edy Santoso gencar melakukan roadshow di setiap Kecamatan guna memenuhi target mengukuhkan pengurus DPC dan DPRt tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan untuk mewujudkan Cilacap "Kandang Gajah" dan menguatkan mesin politik untuk amunisi sambut pemilu 2029 mendatang.

Akan tetapi Edy Santoso yang akrab dipanggil Bos Edy tidak semata berbicara politik. Pengusaha sukses yang mengabdikan dirinya membesarkan PSI di Cilacap ini fokus mendorong kader PSI agar mandiri secara ekonomi dan berdaya guna untuk keluarga dan lingkungan.

Menurut Edy, penguatan ekonomi kader penting untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat. Ia mendorong kader memanfaatkan berbagai potensi lahan dan sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing.

Seperti halnya kader di Kecamatan Bantarsari, Ia menginginkan pengurus DPC dan DPRt mampu mandiri dengan memberdayakan potensi yang ada. Hal tersebut disampaikan Edy Santoso saat pengukuhan pengurus DPC-DPRt PSI wilayah Bantarsari, Minggu 9 Agustus 2026.

“Untuk memberdayakan anggota, sekaligus menguatkan ekonomi, kita membuka peluang usaha di berbagai sektor sesuai potensi yang ada,” ungkap Bos Edy.

Baca Juga:
Wakil Ketua DPRD Cilacap Soroti Kesaksian Sejumlah Kepala OPD di Sidang Syamsul Auliya

Salah satu sektor yang tengah dikembangkan adalah budidaya bebek, lele, ayam petelor, budidaya bawang putih dan bawang merah untuk di pasarkan hingga penanaman bibit cape dan tanaman lainnya.

Sebelumnya juga telah memberikan gerobak secara gratis hingga permodalan, dan yang terbaru pembuatan cafe-cafe untuk anak-anak muda milenial yang kreatif dan mau usaha dan sukses. Edy terus didorong agar berkembang menjadi salah satu sumber penghasilan bagi anggota.

Bos Edy mengatakan, pemberdayaan ekonomi kader tidak semata-mata ditujukan untuk kepentingan internal partai. Menurutnya, kemandirian ekonomi dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan sehari-hari.

"Masyarakat yang memiliki usaha dan penghasilan, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut diharapkan ikut menekan angka kemiskinan sekaligus mengurangi potensi kriminalitas yang dipicu persoalan ekonomi yang ada,” katanya.

Baca Juga:
Aksi Damai Pedagang Titik Nol ke DPRD Cilacap, Minta Lokasi Dagang Dekat Area Wisata

Selain pemberdayaan ekonomi, Bos Edy meminta kader PSI di Bantarsari memperkuat soliditas organisasi. Para kader didorong menjadi kader yang militan dan konsisten menjalankan kerja-kerja politik hingga menghadapi Pemilu 2029.

Sementara itu, Ketua Bapilu PSI Jawa Tengah Bro Warsun yang turut hadir dalam pengukuhan pengurus PSI Bantarsari menyampaikan informasi mengenai rencana kunjungan Pembina PSI Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah.

Menurut Warsun, Cilacap menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus. Bahkan, Cilacap disebut bakal menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Jokowi dalam agenda kunjungannya ke Jawa Tengah pada September mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Edy menuturkan kesiapan PSI Cilacap dalam menerima kunjungan Jokowi.

“Memang benar, September nanti Pak Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Jawa Tengah dan Cilacap akan menjadi lokasi pertama. Karena itu, persiapannya harus solid, khususnya Cilacap sebagai basis kandang gajah,” ujar Bos Edy.

Ia meminta seluruh kader PSI di Cilacap mempersiapkan agenda tersebut dengan baik. Soliditas antar struktur partai hingga tingkat bawah dinilai menjadi bagian penting dalam menyambut kunjungan tersebut.

Dengan penguatan struktur organisasi, pemberdayaan ekonomi kader, dan persiapan menghadapi agenda politik mendatang, PSI Cilacap menargetkan konsolidasi di tingkat kecamatan hingga desa semakin kuat.

Dalam kunjungan Jokowi ke Cilacap, DPD Cilacap akan menggelar kirab budaya yang diikuti DPC dan DPRt PSI Cilacap. 

"Kita sedang mempersiapkan secara matang, Insya Allah siap," tandas Edy. (*)