KETIK, BATU – Kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kota Batu, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat dalam upaya membangun ketangguhan menghadapi bencana. 

Hal itu ditandai dengan peresmian Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Giripurno oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Rabu, 5 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Cafe Manahayu tersebut turut dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Pangarso Suryotomo, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto, jajaran BPBD kabupaten/kota, Perhutani, PT United Tractors, BMKG, Forkopimcam Bumiaji, relawan, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan dan pelestarian lingkungan. 

Selanjutnya, Kepala BNPB meresmikan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan TPS3R Desa Giripurno sebagai bagian dari penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Baca Juga:
Buka Turnamen Catur SIWO PWI Malang Raya, Cak Nur: Ajarkan Ketelitian dan Keputusan Tepat

Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan apresiasi kepada BNPB, PT United Tractors, Perhutani, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi membangun ketangguhan masyarakat di Kota Batu.

“Kami mengapresiasi dukungan BNPB, PT United Tractors, Perhutani, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi membangun ketangguhan masyarakat di Kota Batu,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.

Menurutnya, perubahan iklim menuntut pemerintah bersama masyarakat untuk semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana melalui langkah mitigasi yang terencana.

“Perubahan iklim menuntut pemerintah dan masyarakat untuk semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana melalui langkah mitigasi yang terencana,” imbuhnya.

Baca Juga:
Eks Kepala UPT Pasar Among Tani Jalani Pemeriksaan Ke-6, Tiga Pengacara Turut Mendampingi

Cak Nur menilai sinergi yang terjalin antarpemangku kepentingan menjadi investasi jangka panjang bagi Kota Batu.

Penguatan mitigasi bencana, tambah Cak Nur, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar keselamatan masyarakat, sektor pertanian, dan perekonomian tetap terpelihara.

“Kolaborasi seperti ini menjadi investasi jangka panjang bagi Kota Batu. Mitigasi bencana harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan agar masyarakat semakin aman, sementara sektor pertanian dan perekonomian tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto berharap Desa Giripurno dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat guna meningkatkan perlindungan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. (*)