KETIK, BATU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengintensifkan langkah mitigasi menjelang puncak musim kemarau 2026.
Sejumlah kawasan pegunungan, hutan, hingga lahan pertanian telah dipetakan sebagai wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama periode Juli hingga September mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan pihaknya telah melakukan identifikasi dan pemetaan wilayah berisiko tinggi sebagai bagian dari upaya pencegahan serta percepatan penanganan apabila terjadi kebakaran.
“Berdasarkan perkiraan cuaca, musim kemarau diprediksi berlangsung mulai Juli hingga September 2026. Pada periode tersebut kondisi lahan dan vegetasi akan lebih kering sehingga potensi kebakaran meningkat. Karena itu kami melakukan pemetaan wilayah rawan sebagai langkah antisipasi sejak dini,” ungkapnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurutnya, pemetaan tersebut bertujuan untuk menentukan prioritas pengawasan, mempercepat respons penanganan saat terjadi kebakaran, mengurangi dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana.
Baca Juga:
Pemkot Batu Kebut Grand Design Smart Integrated Farming, Pembangunan Fisik Dimulai Tahun 2027Dari hasil pemetaan BPBD, sejumlah kawasan yang masuk kategori rawan karhutla berada di wilayah lereng Gunung Panderman, kawasan hutan dan lahan kering di Kecamatan Bumiaji, area pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan, hingga kawasan lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang.
“Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian khusus karena memiliki vegetasi yang cukup luas dan rentan mengering saat musim kemarau. Kondisi ini membuat potensi penyebaran api menjadi lebih cepat apabila terjadi kebakaran,” jelasnya.
Suwoko menuturkan, sebagian besar kejadian karhutla yang terjadi selama musim kemarau umumnya dipicu oleh aktivitas manusia.
Beberapa penyebab yang kerap ditemukan antara lain puntung rokok yang dibuang sembarangan, pembakaran sampah di ruang terbuka, pembukaan lahan dengan cara membakar, hingga api unggun yang tidak dipadamkan secara sempurna.
Baca Juga:
Diskon Tiket Transportasi, Pemkot Batu Bidik Lonjakan Wisatawan Luar Daerah“Banyak kebakaran bermula dari hal-hal yang terlihat sepele. Padahal dalam kondisi cuaca kering, percikan api kecil saja bisa memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan,” katanya.
Untuk itu, BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau dengan tidak melakukan pembakaran terbuka, menghindari penggunaan api di kawasan hutan, serta segera melapor apabila menemukan titik api maupun kepulan asap yang mencurigakan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan bersama. Sampaikan juga kepada keluarga maupun warga sekitar agar lebih peduli terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Menjaga hutan hari ini berarti menjaga kesejukan dan kelestarian Kota Batu untuk masa depan,” tegas Suwoko. (*)