KETIK, SURABAYA – Kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPTJ) RSUD dr Soetomo, Surabaya beberapa waktu lalu diprediksi membuat negara mengalami kerugian miliaran rupiah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari pada Senin, 18 Mei 2026 lalu.

Hal ini diketahui usai Sri Untari melakukan kunjungan ke rumah sakit yang terletak di Jalan Prof. Dr. Moestopo 6-8, Surabaya. 

"Kami ke RSUD dr Soetomo untuk melihat pascakebakaran, memastikan pasien dan tenaga kesehatan sudah terfasilitasi untuk bisa berjalan normal," katanya.

Lanjutnya, saat ini seluruh layanan pasien jantung di RSUD dr Soetomo sudah kembali normal. Kendati demikian, ia mengaku sejumlah fasilitas pelayanan belum sepenuhnya pulih.

"Normal itu bukan gedungnya, tapi mereka bisa ditempatkan di ruang perawatan yang sesuai," lanjutnya.

Baca Juga:
PPIH Embarkasi Surabaya Laporkan 16 Jemaah Alami Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci

Pada kesempatan yang sama, Untari belum mengetahui dampak dari kebakaran. Hal ini karena pihak rumah sakit belum bisa melakukan pengecekan secara menyeluruh karena lokasi kebakaran di lantai lima masih diberi garis polisi.

Berdasarkan pendataan sementara, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Itu diprediksi kerugian dari obat-obatan yang ikut terbakar di Gedung PPTJ RSUD dr Soetomo, Surabaya.

"Obat saja sekitar Rp3 miliar, tapi total kerugian belum bisa dihitung," tegasnya.

Untari mendorong RSUD dr Soetomo ke depan untuk lebih mengantisipasi, agar kejadian seperti ini tidak terulang.

Baca Juga:
Jemaah Haji Wafat asal Embarkasi Surabaya Bertambah Jadi 12 Orang, Ini Identitasnya

"Kami minta rutin checking jaringan listrik, termasuk melibatkan konsultan Medical Electrical," tuturnya.

Ia juga menyarankan agar pihak rumah sakit ada asuransi kebakaran, tujuannya agar dampak kerugian bisa diperkecil. (*)