KETIK, TULUNGAGUNG – Bisa dirasakan kerinduan masyarakat Kabupaten Tulungagung, khususnya warga Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang, akan kabar sanak saudara yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci sedikit terobati. 

Melalui sambungan komunikasi langsung dengan jurnalis media ketik.com, Kepala Desa Wonokromo Aghis Faizin yang juga menjadi salah satu jemaah haji asal Tulungagung membagikan cerita dan kondisi terkini dari kota suci Makkah tatkala menjalankan rukun Islam kelima di tengah jutaan umat Muslim dari seluruh dunia tentu memberikan kesan yang mendalam. 

Kades Wonokromo Aghis Faizin mengungkapkan bahwa, kondisi fisik dan mental para jemaah haji, khususnya yang berada dalam satu rombongan dengannya, dalam keadaan sehat walafiat dan penuh semangat.

"Alhamdulillah, bismillah, kondisi saya dan seluruh jemaah haji dari Tulungagung di sini secara umum sehat dan kompak. Semua tahapan ibadah wajib maupun sunnah sejauh ini bisa kami lalui dengan lancar," ujarnya saat membagikan kabar terkini dari tanah suci, pada Jumat, 29 Mei 2026.

Berbicara mengenai situasi di Arab Saudi, ia tidak memungkiri bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh para jemaah saat ini adalah faktor cuaca. Suhu udara di Tanah Suci tergolong cukup ekstrem dan menyengat bagi warga tropis. 

Baca Juga:
Ribuan Jamaah Ikuti Shalat Iduladha bersama Plt Bupati Tulungagung di Masjid Agung Al Munawar

"Insyaallah panasnya lumayan menyengat di sini. Tapi alhamdulillah, sebagian besar jemaah sudah selesai melaksanakan wajib haji, termasuk melontar jumrah untuk Nafar Awal," ungkap Kades dengan style rambut "Gondrong" ini.

Meski harus beradaptasi dengan cuaca panas yang menguras stamina, hal tersebut tidak menyurutkan kekhusyukan para jemaah. 

Justru di tengah situasi seperti ini, rasa kebersamaan dan saling jaga antar jemaah semakin kuat. Jemaah yang berusia lebih muda secara sukarela membantu dan mendampingi jemaah lansia (lanjut usia) agar tidak kelelahan atau tersesat. 

Pihak petugas haji pun dinilai sangat sigap dalam memberikan pelayanan, mulai dari konsumsi yang cocok dengan lidah Indonesia hingga fasilitas pemondokan yang nyaman.

Baca Juga:
Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Siap Laksanakan Lontar Jumrah

Ia menjelaskan bahwa rangkaian ibadah berat tersebut dimulai sejak tanggal 9 Dzulhijjah saat seluruh jemaah melaksanakan wukuf di Arafah. Setelah itu, prosesi berlanjut dengan mabit (bermalam) dan melontar jumrah di Mina.

Menurut penuturannya, dinamika pergerakan jemaah di Mina terbagi menjadi dua kelompok yakni : 

1. Nafar Awal

Sebagian jemaah memilih mengambil Nafar Awal dan telah menyelesaikan melontar jumrah lebih cepat untuk kemudian meninggalkan Mina.

2. Nafar Tsani

Sebagian jemaah lainnya memilih bertahan di Mina dari tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah (Nafar Tsani) untuk menyelesaikan pelontaran secara sempurna.

 

Jemaah Mulai Bergeser ke Makkah untuk Thawaf dan Sa'i

Setelah melewati fase kritis di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), pergerakan jemaah kini mulai bergeser kembali ke pusat kota Makkah. Kondisi ini menandakan bahwa puncak ibadah haji telah berhasil dilalui dengan baik.

"Mulai hari ini, sudah banyak jemaah yang bergerak menuju Makkah untuk menyelesaikan Thawaf Ifadhah dan Sa'i guna menyempurnakan Haji Tamattu' mereka. Mohon doanya dari seluruh warga di tanah air agar semua proses akhir ini berjalan lancar," tambah Aghis. 

Berada di tempat-tempat mustajab seperti di depan Ka'bah dan Masjidil Haram, Kades Wonokromo mengaku tidak lupa menyelipkan doa terbaik untuk masyarakat yang ditinggalkannya di tanah air.

Secara khusus, ia memanjatkan doa agar warga Desa Wonokromo dan seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung selalu diberikan kesejahteraan, kedamaian, serta pembangunan desa yang berkah dan lancar.

"Di setiap sujud dan waktu-waktu mustajab, kami selalu berdoa agar desa kita, Wonokromo, dan Tulungagung tercinta selalu dijauhkan dari marabahaya, masyarakatnya rukun, makmur, dan semuanya diberikan kelancaran rezeki agar bisa segera menyusul ke Baitullah," pungkasnya dengan nada haru.

Saat ini, rombongan jemaah masih terus fokus menjaga kondisi fisik dan hidrasi tubuh guna mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji yang akan datang. 

Dukungan doa dari keluarga dan masyarakat di Tulungagung tetap diharapkan agar seluruh jemaah bisa kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (*)