KETIK, TUBAN – Komitmen mendorong kemandirian ekonomi warga ring 1 terus digencarkan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban. Tak sekadar beri pelatihan, SBI juga kasih modal usaha agar warga bisa langsung cari cuan.

Berkolaborasi dengan UPT Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Tuban, SBI membekali warga dari enam desa dengan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan pasar sablon dan teknisi AC.

Program yang berlangsung hingga September 2026 ini dipusatkan di Rumah Kreatif Tuwuh Mendhiri. Menariknya, peserta tak hanya pulang bawa ilmu, tapi langsung dibekali peralatan kerja lengkap untuk membuka usaha mandiri.

General Affair & Community Relations Manager SBI Pabrik Tuban, M. Yunani Rizzal menegaskan, program ini dirancang berorientasi hasil jangka panjang dan manfaat yang bisa langsung dirasakan.

"Keterampilan sablon maupun teknisi AC memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi jasa yang dibutuhkan di lingkungan sekitar. Dukungan peralatan diberikan diharapkan menjadi pemicu bagi peserta dalam mulai mempraktikkan keterampilan mereka dan melayani konsumen," ujar Rizzal dalam keterangan resminya, Senin 21 September 2026.

Baca Juga:
Apresiasi Kemitraan PT AOI, Pengurus PAC PDI Perjuangan Tuban Minta Parpol Perkuat Ekonomi Kerakyatan Petani Tembakau

Menurutnya, Keterampilan sablon membuka peluang menggarap pasar pembuatan kaos komunitas, atribut kegiatan desa, hingga media promosi UMKM lokal.

Sementara keahlian teknisi AC menjawab tingginya kebutuhan jasa instalasi, perawatan, dan perbaikan pendingin ruangan di rumah tangga hingga perkantoran.

"Peserta yang terlibat merupakan warga dari enam desa di sekitar area operasional pabrik, dari Desa Glondonggede, Karangasem, Merkawang, Sawir, Mliwang, dan Kedungrejo," imbuhnya 

Plt Kepala Desa Sawir, Clara Wanalita, mengapresiasi konsistensi SBI yang bersinergi dengan lembaga pelatihan pemerintah.

Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series Mulai 1 Agustus 2026

"Program seperti ini kami harapkan dapat melahirkan wirausahawan baru yang mandiri, pada akhirnya ikut menggerakkan dan menghidupkan perekonomian di daerah," kata Clara.

Manfaat nyata dirasakan peserta. Imam Rosyid, warga Desa Glondonggede mengaku optimistis bisa langsung membuka usaha setelah pelatihan.

"Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa ikut pelatihan AC dan dapat bantuan peralatan. Ini menjadi modal awal sangat berharga untuk langsung mempraktikkan ilmu dan membuka peluang usaha," ungkap Imam.

Pihak manajemen SBI Pabrik Tuban memastikan tidak akan melepas alumni pelatihan begitu saja.

Paska pelatihan, perusahaan berkomitmen terus memonitor perkembangan dan memberikan pendampingan berkelanjutan agar keterampilan didapat benar-benar menjadi aktivitas ekonomi produktif dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga secara mandiri. (*)