KETIK, PALEMBANG – Pasca insiden berdarah antar sesama anggota TNI yang terjadi di tempat hiburan malam Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang hingga menewaskan satu orang prajurit, pihak manajemen akhirnya buka suara dan menyatakan menghormati penuh proses hukum yang kini ditangani Denpom TNI.
Melalui tim kuasa hukumnya, Redho Junaidi SH MH bersama Andika Andalan Tama SH MH, manajemen Panhead menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu 16 Maret 2026 sekitar pukul 02.30 WIB tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media di lokasi, Andika menegaskan bahwa pihak manajemen tidak ingin mendahului hasil penyelidikan aparat militer terkait kronologi pasti kejadian.
“Kami dari manajemen menyampaikan turut berduka cita atas kejadian ini. Namun untuk kronologis detail, itu merupakan kewenangan Denpom yang saat ini sedang melakukan penyelidikan,” ujar Andika, Sabtu sore, 16 Mei 2026.
Meski enggan berbicara jauh mengenai proses hukum yang berjalan, manajemen memastikan insiden tersebut menjadi evaluasi besar terhadap sistem pengamanan di lokasi hiburan malam tersebut.
Baca Juga:
Terdakwa Sabrina dalam Kasus Penipuan Investasi Skincare Rp225 Juta Divonis 1 Tahun PenjaraPanhead, kata Andika, akan melakukan pengetatan sistem keamanan secara menyeluruh dengan menerapkan pemeriksaan berlapis kepada seluruh pengunjung.
Jika sebelumnya pemeriksaan hanya dilakukan satu kali menggunakan metal detector, ke depan pengamanan akan dilakukan dalam dua tahap, termasuk penggunaan X-Ray tambahan di area masuk.
“Ke depan akan kami perketat lagi. Pemeriksaan akan dilakukan dua tahap agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” tegasnya.
Sementara itu, Redho Junaidi menambahkan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada Denpom TNI dan siap mengikuti seluruh proses hukum yang berlangsung.
Baca Juga:
Dikejar hingga Area Rawa, Terdakwa Tanhar Jalani Sidang Kasus Sabu di PN Palembang“Karena perkara ini sudah masuk ranah hukum dan ditangani Denpom, maka kami menghormati sepenuhnya proses penyelidikan yang berjalan,” kata Redho.
Ia juga berharap insiden tersebut tidak langsung berdampak pada keberlangsungan operasional usaha, mengingat banyak pekerja yang menggantungkan hidup di lokasi hiburan malam tersebut.
“Ada banyak karyawan yang bekerja dan mencari nafkah di sini. Kami berharap ada pertimbangan terkait keberlangsungan usaha ini,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak manajemen menegaskan bahwa selama ini prosedur keamanan telah dijalankan sesuai standar yang berlaku dan insiden tersebut sama sekali tidak diinginkan terjadi.
Diketahui sebelumnya, keributan berdarah itu diduga dipicu senggolan antara korban dan pelaku di dalam area hiburan malam. Situasi kemudian memanas hingga berujung perkelahian.
Dalam insiden tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan satu tembakan yang menyebabkan korban tewas di lokasi.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif Denpom untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi. (*)