KETIK, SURABAYA – Kontribusi nyata Jawa Timur dalam menjaga kerukunan ditunjukkan dari Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2025 yang tercatat 78,31, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 77,89.

"Ini merupakan kontribusi Jawa Timur terhadap perdamaian dunia dan menunjukkan kuatnya harmoni sosial di tengah keberagaman," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada Senin, 1 Juni 2026.

Menurut dia, kontribusi tersebut juga menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam merawat harmoni berjalan di jalur yang tepat.

Pada kesempatan sama, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalakan nilai-nilai Pancasila sebagai energi pembangunan dan perekat bangsa, mengabdi kepada masyarakat serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.

Melalui momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Gubernur Khofifah juga berpesan dari Jawa Timur kepada Indonesia dan dunia bahwa persatuan adalah syarat kemajuan.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Grahadi, Tekankan Nilai Arah Pembangunan dan Jangkar Moral Bangsa

Selain itu, lanjut dia, keadilan adalah dasar perdamaian dan menjunjung tinggi nilai Kemanusiaan adalah sebuah keniscayaan universal.

"Pancasila adalah fondasi yang membuat bangsa Indonesia tetap berdiri tegak di tengah perubahan zaman," ucap Gubernur Khofifah.

“Dari Jawa Timur, kita terus menyalakan semangat Pancasila sebagai energi pembangunan menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. Dari Jawa Timur untuk Indonesia, dari Indonesia untuk perdamaian dunia,” tambahnya. (*)

Baca Juga:
Bupati Pacitan Tak Ingin Pancasila Hanya Jadi Hiasan Dinding, Berikut Pesannya