KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) menebar 22 sapi dan 33 kambing kurban pada Iduladha 2026. Puluhan hewan kurban itu tak hanga disembelih di Unisma namun didistribusikan hingga ke wilayah Malang Selatan.
Rektor Unisma, Prof Junaidi, menjelaskan, seluruh hewan kurban berasal dari keluarga besar Unisma dan Yayasan, hingga para mitra. Bahkan Unisma menerima bantuan masing-masing satu ekor sapi dari BSI dan Masjid Salman ITB.
"Pada hari ini kita akan menyembelih 22 ekor sapi dan 33 ekor kambing. Jumlah tersebut pertama itu adalah kurban dari keluarga besar Unisma, yayasan, Unisma, dan juga dari masyarakat," ujarnya, Rabu, 27 Mei 2026.
Dari total hewan kurban tersebut, hanya 11 ekor sapi dan 9 kambing yang disembelih di Masjid Ainul Yaqin Unisma. Sedangkan sisa hewan kurban lainnya disebar ke pondok pesantren, sekolah-sekolah, hingga Malang Raya.
"Selebihnya kita sembelih di berbagai tempat di masyarakat untuk lebih memudahkan distribusinya, gitu ya. Sehingga lebih memberikan kemanfaatan pada masyarakat yang lebih luas. Seperti pesantren di Malang Selatan, Malang Timur. Insyaallah tersebar lengkap, di wilayah barat, utara, daerah Singosari, Tumpang, Bantur," jelasnya.
Baca Juga:
6 Manfaat Daging Sapi dan Tips Mengolahnya Agar Kolesterol Tak NaikMenurut Prof Junaidi, meskipun terjadi penurunan tren berkurban di masyarakat, namun masih banyak yang menitipkan hewan kurban di Unisma. Bahkan tahun ini Unisma menerima lebih banyak hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya.
"Walaupun kalau kita baca tren di berita-berita itu ada penurunan karena keadaan ekonomi, tetapi kepercayaan masyarakat untuk menitipkan penyembelihan hewan kurbannya melalui Masjid Unisma ini semakin tinggi, bahkan ada peningkatan," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Unisma semakin tinggi. Prof Junaidi mengajak masyarakat untuk memaknai Iduladha 2026 ini sebagai ajang memperkuat keihklasan dan kesabaran.
"Sengan peringatan ini semoga keikhlasan, ketabahan, kesabaran kita akan menjadi semakin bagus. Kita bisa meneladani keikhlasan, kesabaran, kekuatan iman dari Nabiyullah Ibrahim dan Nabi Ismail," pungkasnya. (*)