KETIK, PACITAN – Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi atau yang akrab disapa Mas ASB mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. 

Hal tersebut disampaikan ASB saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jumat malam, 14 Agustus 2026.

“Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi kehidupan berbangsa. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, masyarakat, terutama generasi muda, harus mampu menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang memecah belah,” papar ASB dihadapan puluhan mahasiswa dan anggota organisasi kepemudaan.

ASB menilai derasnya arus informasi di ruang digital membawa tantangan tersendiri bagi persatuan bangsa. 

Beragam informasi dapat menyebar dengan cepat, termasuk konten yang mengandung hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi.

Baca Juga:
Bupati Situbondo Kukuhkan Paskibraka, Upacara Dialihkan ke Alun-Alun Besuki

"Media sosial seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyebarkan gagasan positif dan memperkuat persatuan. Bukan justru menjadi tempat mempertajam perbedaan yang berpotensi memicu konflik di masyarakat," lanjutnya.

ASB menyebut literasi digital menjadi salah satu kunci menghadapi kondisi tersebut. 

Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengenali informasi palsu, memahami konteks sebuah informasi, serta tidak langsung bereaksi terhadap konten yang memancing emosi.

Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ia mengingatkan bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. 

Baca Juga:
Ada Eks Napi di Pilkades Pacitan 2026, DPRD Minta Status Calon Dipublikasikan

Karena itu, perbedaan pandangan maupun pilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

“Perbedaan adalah kenyataan yang harus dikelola dengan dialog dan saling menghormati. Jika ruang digital dipenuhi narasi yang membangun, maka persatuan bangsa akan semakin kuat,” katanya.

Menurut ASB, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan karena menjadi salah satu kelompok yang paling aktif menggunakan media sosial. 

Pemuda dapat menjadi penggerak dalam membangun ruang digital yang sehat dengan menghadirkan konten edukatif, informatif, dan tidak provokatif.

“Menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. Generasi muda memiliki peran besar dalam membentuk ruang publik yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi perayaan seremonial. 

Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui sikap menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menggunakan kebebasan di ruang digital secara bertanggung jawab.

"Saya berharap generasi muda Pacitan mampu menjadi bagian dari solusi di tengah derasnya arus informasi, bukan justru ikut memperbesar persoalan akibat informasi yang belum terverifikasi," pungkasnya. (*)