KETIK, SITUBONDO – Dalam rangka pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun Yayasan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) yang ke-14 tahun, PPDiS melaksanakan kegiatan Kelas Inklusi dan Panggung Kreasi Inklusi yang berlangsung dari tanggal 28 April hingga 23 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut hadir Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Kepala DPMD Situbondo, Kepala BPS, Ketua PN Situbondo, Kapolsek Kota Situbondo dan pihak terkait lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong kesetaraan hak, pemberdayaan, serta ruang berkarya bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Situbondo.

Acara berlangsung penuh semangat ini diikuti peserta dari Ibu-Ibu Patenang (IIP) sebanyak 16 orang, BEM UNARS sebanyak 25 orang, BEM STKIP PGRI Situbondo sebanyak 25 orang, SWARA SETARA sebanyak 10 orang, HMI sebanyak 30 orang, PMII sebanyak 50 orang, KDD 80 orang (10 Orang setiap desa), PETIS sebanyak 18 orang.

Selanjutnya, FORDISI sebanyak 15 orang (8 orang dari NPC), GSM sebanyak 10 orang, GLN sebanyak 5 orang, AKANTA sebanyak 10 orang, PRAMUKA sebanyak 10 orang, CBR WORKER sebanyak 8 orang, CO sebanyak 4 orang, PERTUNI sebanyak 4 orang, PESERTA KELAS INKLUSI sebanyak 5 orang, DRUMBAND sebanyak 50 orang, PPDIS sebanyak 15 orang, KDK sebanyak 10 orang, FORUM ANAK sebanyak 20 orang, FKS sebanyak 5 orang, Praktisi & Teknisi sebanyak 6 orang, Rumah Sakit sebanyak 4 orang dan Batik Ciprat & Lukisan sebanyak 4 orang, berbagai kalangan, termasuk komunitas disabilitas, pelajar, relawan, dan masyarakat umum.

Baca Juga:
Kapal Slerek Mustika Tenggelam di Perairan Jangkar Situbondo, 13 ABK Selamat

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah dalam sambutannya mengapresiasi eksistensi PPDiS yang selama 14 tahun terus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas serta membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi.

“Momentum HUT ke-14 PPDiS ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Pemerintah daerah akan terus mendukung program-program inklusi agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkarya,” ujar Mbak Ulfi

Tak hanya itu yang disampaikan Wakil Bupati, namun dia juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan Kelas Inklusi yang memberikan edukasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas bagi peserta disabilitas. Sebab, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan meningkatkan kemampuan peserta dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

Selain kelas edukatif, sambung Wabup Situbondo, puncak acara HUT ke-14 PPDiS juga dimeriahkan dengan Panggung Kreasi Inklusi yang menampilkan berbagai pertunjukan seni, musik, tari, membaca puisi hingga kreativitas karya penyandang disabilitas.

Baca Juga:
Koramil Panarukan Situbondo Bersama Lintas Sektoral Gelar Karya Bhakti Massal Bersihkan Pesisir

“Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan HUT ke-14, PPDiS semakin dirasakannya manfaatnya oleh masyarakat. Dan kolaborasi antara pemerintah dengan PPDiS terus diperkuat demi terwujudnya Situbondo yang ramah dan inklusif bagi semua,” pungkas Wabup Situbondo.

Ketua PPDiS Luluk Ariyantiny menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap komunitas disabilitas di Situbondo. Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas terus diperkuat demi terwujudnya Situbondo yang inklusif dan naik kelas.

“Peringatan HUT ke-14 PPDiS tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum mempererat solidaritas dan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menghargai keberagaman serta memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas,” tegas Luluk Ariyantiny.

Hal ini, lanjut Luluk Ariyantiny, sejalan dengan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang-undang Nomor 19 Tahun 2011. “Dengan dasar hukum tersebut, maka Indonesia terus melakukan berbagai pembenahan dengan menyusun regulasi yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan inklusif,” jelas Luluk.

Salah satu regulasi penting, kata Luluk, yakni terbitnya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta beberapa poin dalam 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang menegaskan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat, terutama penyandang disabilitas.

Dalam konteks ini, imbuh Luluk, Pelopor Peduli Disabilitas (PPDiS) hadir sebagai organisasi non-pemerintah yang bersifat independen dengan komitmen kuat dalam mendorong terwujudnya masyarakat inklusif. “PPDiS berfokus pada dua dimensi utama, yaitu penguatan masyarakat sipil dan advokasi kebijakan di tingkat pemerintahan. Melalui pendekatan ini, PPDiS berupaya mewujudkan partisipasi penuh serta kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan,” tuturnya.

Secara kelembagaan, imbuh Luluk, peran PPDiS bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok marginal agar memperoleh kesetaraan serta akses yang setara dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.

“Selain itu, organisasi ini berkomitmen untuk membangun kemandirian dan mengikis stigma yang masih melekat terhadap penyandang disabilitas, perempuan, serta kelompok marginal lainnya di masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan pendekatan berbasis hak asasi manusia, partisipasi aktif, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” jelas Luluk.

Dalam rangka memperluas dampak advokasi serta memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya inklusi disabilitas, kata Luluk, PPDiS secara aktif mengembangkan strategi kolaboratif bersama berbagai organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi ini menjadi pendekatan kunci untuk memastikan bahwa isu inklusi tidak hanya menjadi wacana terbatas, tetapi mampu menjangkau dan dipahami oleh kalangan masyarakat secara luas lintas kelompok dan sektor.

Salah satu inisiatif konkret yang dilakukan PPDiS, tegas Luluk, adalah penyelenggaraan Kelas Inklusi dan Panggung Kreasi Inklusif yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun PPDiS ke-14.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi yang terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari anak muda, orang dewasa, penyandang disabilitas, hingga para pegiat pemberdayaan masyarakat yang bergerak dalam isu-isu pemenuhan hak kelompok rentan lainnya,” beber Luluk.

Dengan pendekatan yang partisipatif dan interaktif, Luluk menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi, tetapi juga sebagai sarana membangun. “Peringatan HUT ke-14 PPDiS ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari penampilan seni, pemberian penghargaan, hingga doa bersama,” jelasnya.

Ketua PPDiS juga mengatakan, Secara khusus, Kelas Inklusi diarahkan untuk mengkampanyekan isu inklusi disabilitas melalui penguatan pemahaman pada berbagai dimensi strategis. Topik yang diangkat mencakup antara lain Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), kebijakan dan penganggaran yang inklusif, pembangunan desa dan kelurahan inklusif, ekonomi dan ketenagakerjaan yang ramah disabilitas, pendidikan inklusif, aksesibilitas layanan publik, hingga keterkaitan antara perubahan iklim dan kerentanan kelompok disabilitas.

Selain itu, kata Luluk, kelas ini juga mendorong terbentuknya pola interaksi sosial yang inklusif sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang setara dan non-diskriminatif. Sementara itu, Panggung Kreasi Rakyat menjadi medium alternatif untuk memperkuat pesan inklusi melalui pendekatan kultural dan kreatif.

“Melalui pendekatan ini, pesan inklusi disampaikan secara lebih luas dan membumi, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih beragam. Dengan mengintegrasikan pendekatan edukatif dan kultural, serta memperkuat kolaborasi lintas organisasi, PPDiS berupaya memastikan bahwa penyebarluasan isu inklusi disabilitas tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif,” kata Luluk.

Upaya ini, harap Luluk, dapat mendorong perubahan perspektif, memperkuat komitmen bersama, serta mempercepat terwujudnya masyarakat yang inklusif, adil, dan setara bagi semua. “Saya berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi mewujudkan Situbondo yang inklusif dan berkeadilan bagi semua kalangan,” pungkasnya. (*)