KETIK, JAKARTA – Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas perusahaan minyak milik Arab Saudi, Aramco, di Riyadh.
Dilansir dari Al Jazeera, Minggu, 4 Oktober 2026, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan dilakukan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak atau drone.
Pernyataan tersebut diunggah melalui platform X pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut Saree, serangan itu dilakukan secara presisi dan langsung menyasar fasilitas Aramco hingga memicu kebakaran.
Pada hari yang sama, kepulan asap tebal dan api dilaporkan terlihat di dekat salah satu fasilitas Aramco di Riyadh.
Baca Juga:
Pimpin Langsung Misi Dagang di Jeddah, Gubernur Khofifah Bukakan Potensi Transaksi Rp6,71 triliunNamun, klaim tersebut dibantah oleh koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman.
Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, menyebut klaim Houthi mengenai serangan terhadap Riyadh sebagai informasi yang menyesatkan.
Di tengah memanasnya konflik, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah melancarkan 97 operasi militer terhadap bala bantuan Houthi pada Minggu 4 Oktober 2026 dini hari.
Operasi tersebut menyasar front Tor al-Baha dan poros Taiz di Yaman. Serangan dilakukan menggunakan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, hingga penembak jitu.
Baca Juga:
UIN Malang Hadiri National Day Arab Saudi, Perkuat Jejaring Kemitraan InternasionalJuru bicara pasukan pemerintah Yaman, Kolonel Majed Abdullah al-Nazili, mengatakan operasi itu menargetkan sedikitnya 260 pejuang Houthi.
Selain itu, sebanyak 44 kendaraan militer dilaporkan hancur atau tidak dapat digunakan. (*)