KETIK, JAKARTA – Ucapan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVIII di Bandar Lampung menjadi perhatian publik dan ramai dibahas di media sosial.

Dalam pidatonya yang banyak membahas arah pembangunan ekonomi nasional dan peran generasi muda, Prabowo menyisipkan candaan yang mengundang tawa peserta.

Ia mengatakan akan terus mengikuti perkembangan bangsa Indonesia dan para pengusaha muda, bahkan ketika dirinya tidak lagi berada di dunia.

"Saya nanti di Hambalang monitor kalian di bawah. Kalau dipanggil yang Maha Kuasa, aku lihat tetap saya monitor kalian," katanya.

Ucapan bernada humor itu langsung mendapat respons hangat dari para peserta yang hadir di lokasi acara.

"Kalau kalian kurang ajar malam-malam aku turun nyari kau," lanjutnya.

Banyak pihak menilai candaan tersebut merupakan gaya komunikasi khas Prabowo yang kerap menggunakan humor untuk mencairkan suasana.

Namun dibalik candaan yang disampaikan, muncul pula respon di tengah masyarakat mengenai keyakinan tentang apakah seseorang yang telah meninggal dunia dapat mengetahui atau menyaksikan kehidupan orang yang masih hidup.

Pertanyaan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Ada yang mengatakan jangan berbicara seperti itu. Sebab ucapan adalah doa.

"Jangan ngomong seperti itu pak. Gak baik," kata @quino di akun TikTok.

Meski demikian, pesan utama yang ingin disampaikan Prabowo dalam pidato tersebut dinilai tetap berfokus pada pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional serta mewujudkan cita-cita Indonesia di masa depan.

Menurutnya, para pengusaha muda saat ini akan menjadi motor utama pembangunan nasional pada masa mendatang.

Karena itu, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga integritas, menjunjung etika usaha, serta menghindari berbagai tindakan yang bertentangan dengan hukum. (*)

Baca Juga:
Dihadang Aparat di Sudirman, Mahasiswa-Ojol Bersatu Suarakan Penderitaan Rakyat
Baca Juga:
Sekolah Rusak Bersiap! Pemerintah Target Revitalisasi 71.744 Sekolah di Seluruh Indonesia, Anggarannya Rp14 Triliun