KETIK, MALANG – Memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada hari Minggu, 17 Mei 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpussip) Kabupaten Malang mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya membaca.
Salah satu fokus utamanya adalah dengan memaksimalkan potensi Perpustakaan Umum Daerah yang terletak strategis di Jalan Panglima Sudirman No. 19, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Kepala Disperpussip Kabupaten Malang, M. Hidayat, mengungkapkan bahwa perpustakaan daerah saat ini terus bersolek untuk menghapus kesan kaku dan membosankan. Melalui momentum Hari Buku Nasional, gedung perpustakaan di Kepanjen kini diproyeksikan sebagai ruang publik yang inklusif, nyaman, dan edukatif bagi semua kalangan.
"Hari Buku Nasional bukan sekadar seremonial. Ini adalah momen refleksi bagi kami untuk menyediakan fasilitas terbaik. Kami ingin warga yang datang ke Perpustakaan Kabupaten Malang di Kepanjen merasa seperti di rumah sendiri," ujarnya.
Miliki Puluhan Ribu Koleksi Buku dan Ribuan Pengunjung
Baca Juga:
Perpustakaan Kota Batu Tak Lagi Sekadar Tempat Baca, Kini Jadi Ruang Literasi InklusifDikatakan Hidayat, tingkat literasi warga Kabupaten Malang bisa dibilang cukup bagus. Terdapat ribuan masyarakat yang aktif berkunjung ke Perpustakaan Kabupaten Malang. Sementara itu, jumlah koleksi buku yang tersedia di perpustakaan kini telah mencapai 31 ribu eksemplar.
"Tentunya ada koleksi buku-buku pelajaran atau pendidikan. Juga ada buku cerita untuk anak-anak," kata mantan Kabag Humas Pemkab Malang ini.
Fasilitas Lengkap: Dari Ruang Anak hingga WiFi Gratis
Mengulas isi di dalam Perpustakaan Kabupaten Malang, pengunjung akan disuguhi berbagai fasilitas penunjang yang representatif.
Baca Juga:
Tergerus Perkembangan Digital Yang Kian Pesat, Pasar Buku Velodrome Kota Malang Kian Sepi PembeliTidak hanya deretan rak yang menampung puluhan ribu koleksi buku mulai dari kategori sastra, sains, pertanian, hingga buku anak-anak, perpustakaan ini juga menyediakan berbagai fasilitas unggulan:
- Ruang Baca Ramah Anak: Area khusus yang didesain interaktif dengan karpet nyaman dan mainan edukatif agar anak-anak usia dini betah mengenal buku.
- Zona Digital & WiFi Gratis: Area bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang membutuhkan akses internet cepat untuk mengerjakan tugas atau riset.
- Layanan Sirkulasi Modern: Sistem peminjaman dan pengembalian buku yang mulai diintegrasikan secara digital guna mempermudah para anggota.
Menembus Batas Geografis lewat Perpusling
Kabupaten Malang memiliki wilayah geografis yang sangat luas. Menyadari hal tersebut, M. Hidayat menekankan bahwa layanan literasi tidak boleh hanya berpusat di gedung Kepanjen saja.
"Kabupaten Malang ini luas, ada 33 kecamatan. Karenanya, armada Perpustakaan Keliling (Perpusling) kami setiap harinya bergerak aktif menjemput bola ke sekolah-sekolah dasar di pelosok, panti asuhan, hingga ruang publik di desa-desa," jelas Hidayat.
Ajakan Kolaborasi di Hari Buku Nasional
Pada akhir ulasannya, M. Hidayat berharap Hari Buku Nasional ini menjadi momentum bangkitnya literasi keluarga. Ia mengimbau para orang tua untuk meluangkan waktu mengajak anak-anaknya berkunjung ke perpustakaan daerah, terutama pada hari kerja.
"Gedung perpustakaan di Kepanjen ini milik seluruh warga Kabupaten Malang. Fasilitasnya gratis. Mari kita manfaatkan bersama untuk mencerdaskan generasi bangsa, karena bangsa yang besar lahir dari masyarakat yang gemar membaca," pungkasnya. (*)