KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana haru menyelimuti Ballroom Crown Victoria Hotel saat MAN 1 Tulungagung menggelar Haflah Akhirussanah Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 pada Rabu, 13 Mei 2026.
Ratusan siswa, orang tua, guru, dan tamu undangan tampak larut dalam suasana emosional yang menandai berakhirnya perjalanan pendidikan para siswa kelas XII sekaligus awal langkah menuju masa depan.
Mengusung tema “Amukti Mulya Bareng Wong Tuwa”, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, jajaran komite sekolah, tokoh agama, serta para wali murid yang hadir mendampingi putra-putri mereka.
Kepala MAN 1 Tulungagung, Muhibuddin, turut hadir dalam acara tersebut bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan.
Suasana semakin khidmat ketika panitia menggelar prosesi pemberian syahadah kepada 29 santri tahfidz Al-Qur’an. Para santri menerima penghargaan atas capaian hafalan mulai dari empat juz hingga 30 juz Al-Qur’an.
Baca Juga:
Temu Kangen Alumni MAN 1 Tulungagung Angkatan 2004, 22 Tahun Terpisah Kini Kembali Eratkan SilaturahmiMAN 1 Tulungagung juga memberikan beasiswa kepada para santri tahfidz sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga dan menghafal Al-Qur’an.
Prosesi tersebut menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam Haflah Akhirussanah. Sejumlah orang tua tampak menitikkan air mata haru saat putra-putri mereka menerima syahadah di atas panggung.
Kegiatan Haflah Akhirussanah ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjuangan siswa selama menempuh pendidikan di MAN 1 Tulungagung.
Melalui tema yang diangkat, pihak madrasah ingin menanamkan nilai bahwa keberhasilan anak tidak lepas dari doa, perjuangan, dan dukungan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan mereka.
Baca Juga:
Keluarga Besar MAN 1 Tulungagung Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Masuk, Suasana Penuh KhidmatBerikut adalah daftar santri penerima beasiswa Tahfidz :
1. Kategori 30 Juz
Zahrotussalma binti Hariyanto mendapatkan beasiswa sebesar Rp6.150.000
2. Kategori 15 Juz
Surya Bintang Saputra bin Suryo Saputro mendapatkan beasiswa sebesar Rp3.150.000.
3. Kategori 11 Juz
Muhammad Halid Rozak bin Muhamad Nazar mendapatkan beasiswa sebesar Rp2.100.000.
4. 10 Juz
Nur Ainun Nain, Rizaki Kurniawan, Efranda Aurela Azzari mendapatkan beasiswa sebesar Rp2.100.000
5 Juz Hikmatul Husna, Silviatul Azizah, Shafira S.A, Fatimah Azzahra mendapatkan beasiswa sebesar Rp1.050.000
Puncak Prestasi Akademik
Selain bidang keagamaan, madrasah juga mengapresiasi 10 lulusan terbaik yang berhasil meraih peringkat paralel di bidang akademik yakni, Elfranda Aurela Azzari dari kelas A 23 B berhasil menduduki puncak klasemen sebagai Peringkat 1, disusul oleh K. Yesika Putri dan Gita Lutfiani Mahfud. Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa MAN 1 Tulungagung sukses mengawinkan kualitas intelektual dengan spiritualitas yang kuat.
Pesan Mendalam: "Ilmu Agama adalah Fondasi"
Dalam sambutannya yang menggetarkan hati, Kepala MAN 1 Tulungagung, Drs. Muhibuddin, M.Pd.I, secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua mereka.
"Hari ini kami kembalikan putra-putri Bapak dan Ibu sekalian. Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang perjuangan yang sesungguhnya," ucap Muhibbudin dalam sambutannya.
"Kami berharap ilmu agama dan pengetahuan yang didapat di sini menjadi fondasi kokoh untuk menjaga akhlakul karimah di mana pun kalian berada," pesan beliau dengan nada bergetar.
Momentum Perpisahan yang Mengharu Biru
Prosesi pengalungan samir berlangsung elegan dengan iringan selawat dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Namun, puncak emosi meledak saat panitia menampilkan video dokumenter perjalanan 3 tahun para santri di videotron.
Isak tangis haru pecah di sudut-sudut ruangan.
Kenangan suka duka selama di madrasah seolah berputar kembali, menyadarkan mereka bahwa hari ini adalah titik terakhir mereka menyandang status siswa MAN 1 Tulungagung sebelum berpencar mengejar cita-cita di perguruan tinggi.
Dengan berakhirnya Haflah Akhirussanah ini, keluarga besar MAN 1 Tulungagung resmi melepas Angkatan 2026. Mereka pergi bukan dengan tangan hampa, melainkan membawa bekal iman, takwa, dan bekal ilmu pengetahuan untuk menggenggam dunia.