KETIK, KEDIRI – Sejumlah tenaga pendidik (tendik) dan murid di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Kota Kediri seolah terkena mental dengan sikap yang ditunjukkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai.

Di sela kunjungannya pada Rabu, 29 April 2026, tiba-tiba Kadindik Jatim tanpa memberi kode langsung mengambil sapu, kemudian menyapu lantai di salah satu ruangan kelas. Tak hanya menyapu, ia juga terlihat membersihkan bagian atas lemari yang tampak kotor dan berdebu.

“Tadi saya keliling kelas, ternyata banyak yang tidak bersih meski sudah ada daftar piket. Saya menyapu untuk memberi contoh bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab semua warga sekolah,” ujar Aries Agung Paewai.

Pada kesempatan tersebut, Kadindik alumnus IPDN itu menegur guru karena lingkungan sekolah yang tidak bersih. Ia meminta guru maupun murid memperhatikan kebersihan serta keindahan sekolah, khususnya ruang-ruang kelas.

“Sepertinya guru juga tidak memberikan contoh. Tentu itu saya sayangkan, padahal selalu diingatkan agar jaga kebersihan. Tapi sepertinya hanya didengar dan dibaca, tidak diimplementasikan,” tuturnya.

Baca Juga:
Sidak SMAN 7 Surabaya, Kadindik Jatim Puji Gerakan Bebas Plastik dan Sekolah Ramah Lingkungan

Setelah turun langsung membersihkan kelas, Kadindik Aries berpesan kepada para tenaga pendidik dan murid agar membiasakan kelas dalam keadaan bersih sebelum ditinggal pulang.

“Saya bilang, biasakan tinggalkan kelas sore hari harus dalam keadaan bersih sehingga masuk sekolah besok harinya sudah siap untuk belajar,” ucap dia.

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai mmbersihkan bagian atas lemari kelas di SMAN 6 Kota Kediri di sela kunjungannya pada Rabu, 29 April 2026. (Foto: Humas Dindik Jatim)

Tak itu saja, kepada para murid Aries Agung sempat bertanya kebiasaan menyapu di rumah. Ia menegaskan bersih-bersih di rumah tidak ada bedanya dengan menjaga kebersihan di sekolah.

Baca Juga:
Jelang SPMB 2026, Kota Kediri Siapkan 4 Jalur Penerimaan Murid Baru

“Saya sempat tanya di rumah nyapu atau tidak? Katanya nyapu dan beda antara rumah dan sekolah. Padahal apa bedanya? Sama-sama tempat belajar dan menimba ilmu. Sekolah adalah rumah kedua, karena setengah hari berada di sekolah,” kata Kadindik.

Mantan Pj Wali Kota Batu itu menegaskan guru harus menjadi teladan, lalu murid wajib belajar disiplin dan merawat kelas agar selalu bersih serta rapi. Aries juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan semata-mata akademik, tapi karakter yang harus dikuatkan.

“Para guru dan murid sudah berjanji untuk lebih memperhatikan kebersihan di sekolah. Saya akan cek, lalu kembali lagi ke sini memastikan lingkungan sudah bersih dan indah,” tambah Aries. (*)