KETIK, PROBOLINGGO – Gugus Depan Lengkap Pramuka Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelar agenda tahunan Perkemahan Olahraga dan Seni Pramuka (OSKAR) 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (22/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026) ini, untuk putra di Candi Jabung dan putri dipusatkan di Bumi Perkemahan TNI AL Paiton, Probolinggo.

Perkemahan ini diikuti oleh ratusan santri kelas akhir tingkat SLTP (SMP dan MTs) di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai momentum transisi dan pembekalan karakter sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTA.

Wakil Kepala Pesantren I, KH. Moh. Imdad Rabbani, dalam upacara pembukaan menegaskan bahwa OSKAR bukan sekadar rutinitas tahunan kepramukaan, melainkan wadah strategis untuk menempa mental pejuang di tengah arus zaman.

"Nama Gugus Depan Pramuka kita dinisbatkan kepada KH. Zaini Abdul Mun'im dan Ny. Hj. Nafi'ah selaku pendiri pesantren. Ini adalah pengingat bahwa kader Pramuka Nurul Jadid harus berkarakter pejuang dan tangguh menghadapi tantangan masa depan," ujar Kiai Imdad dalam sambutannya.

Selama jalannya perkemahan, para peserta disuguhkan berbagai agenda kompetitif dan edukatif. Tercatat ada enam cabang perlombaan pramuka sengit yang digelar untuk menguji ketangkasan, kekompakan, dan sportivitas antar-regu. Tak hanya itu, pada malam hari, panggung OSKAR dimeriahkan oleh pentas seni kreativitas santri, mulai dari pembacaan puisi berantai hingga unjuk kebolehan beatbox.

Baca Juga:
Buka Perkemahan OSKAR 2026, Ning Din Ajak Santri Putri Nurul Jadid Probolinggo Perkuat Kemandirian

Memasuki hari kedua, Sabtu (23/5/2026), ratusan santri mengawali aktivitas fajar dengan salat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan senam kebugaran di tepi pantai. Sebagai wujud pengamalan Dasa Dharma Pramuka, para peserta juga bergotong-royong melakukan aksi bersih lingkungan di sepanjang area perkemahan dan bibir pantai Paiton guna menjaga kelestarian ekosistem lokal.

Pihak pengasuh dan pesantren berharap, melalui momentum OSKAR 2026 ini, nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, serta keteguhan Trilogi Santri dan Panca Kesadaran Santri dapat terinternalisasi kuat di dalam diri santri, sehingga siap diimplementasikan saat mereka kembali mengabdi di tengah-tengah masyarakat. (*)
 

Baca Juga:
Santri Kelas Akhir Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Enam Perlombaan Pramuka