KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya telah menyiapkan 50 persen kuota penerimaan mahasiswa baru jenjang Sarjana melalui jalur mandiri pada tahun akademik 2026/2027. Jalur ini menjadi peluang bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi di perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.

Pendaftaran Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya (SMUB) 2026 dibuka dengan beberapa jalur. Jadwal utama berbasis Nilai UTBK berlangsung sejak tanggal 1 hingga 17 Juni 2026.

Sementara jalur nilai rapor dan prestasi telah ditutup pada 28 Mei 2026. Serta jalur Vokasi dan PSDKU (Program Studi Diluar Kampus Utama) Kediri pada 22 Juni hingga 5 Juli 2026.

Pada jalur mandiri, Kepala Subdivisi Kehumasan UB, Tri Wahyu Basuki, A.Md, SE. mengungkapkan jika telah menyiapkan kuota sebanyak 9.139 calon mahasiswa untuk jalur pendaftaran mandiri. Ia juga mengatakan jika pada tahun ini juga terdapat jalur mandiri International Undergraduate Program (IUP) dengan kuota sendiri. 

Ia juga mengatakan kuota mahasiswa baru jalur mandiri bisa saja bertambah, tergantung pada hasil pengumuman jalur SNBT dengan melihat banyaknya mahasiswa yang daftar ulang. Pasalnya, beberapa mahasiswa yang telah diterima terkadang tidak melakukan pendaftaran ulang.

Baca Juga:
Gus Iqdam Hadir di Stadion Gajayana Hari Ini, Polresta Malang Kota Sediakan Microsite Panduan Jemaah

Dari data tahun 2025, UB sendiri telah menerima 13.344 mahasiswa pada jalur pendaftaran mandiri. Dalam hal ini, Tri Wahyu menyampaikan jika dari banyaknya data tersebut tercatat 7.820 mahasiswa yang aktif hingga saat ini.

Trois juga menyampaikan jika banyaknya kuota tahun 2025 adalah jumlah dari semua jalur mandiri. Namun, di tahun 2026, jalur mandiri telah dibagi menjadi dua dengan IUP. 

Sehingga, jalur mandiri pada tahun ini lebih sedikit. Tri Wahyu juga mengatakan jika kuota jalur mandiri IUP bisa diketahui setelah pengumuman SNBT dan banyaknya mahasiswa jalur SNBT melakukan daftar ulang.

"Jadi misalkan SNBT, daftar ulang, ini masih belum, daftar ulang itu nanti ternyata yang daftar ulang itu gak terlalu banyak, otomatis nanti akan ada penambahan, kita tinggal menunggu hasil jalur sebelumnya seperti apa, baru apakah ada penambahan atau bagaimana, yang 50% mandiri itu baru kita optimalkan," tutur Tri Wahyu.

Baca Juga:
Perbaikan Jalan Segera Dilakukan, Relokasi Pedagang Pasar Gadang Masuki Tahap Akhir

Secara peraturan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) UB, pembagian kuota mahasiswa baru di Universitas Brawijaya (UB) adalah SNBP 20 persen, SNBT 30%, sementara mandiri 50%. Sehingga, memang UB memberikan kuota lebih banyak pada jalur pendaftaran mandiri.

Dari data tahun lalu, fakultas yang menjadi favorit mahasiswa jalur mandiri adalah Kedokteran. Namun, presentase fakultas favorit juga berbeda-beda karena perbedaan banyaknya program studi di setiap fakultas.

"Rencana diterima di Mandiri 2026 itu 9.139 calon mahasiswa, semua prodi. Detailnya masih belum bisa, karena kuotanya mungkin fleksibel. Misalkan nanti kedokteran ternyata yang datang sedikit nanti disebut dengan yang lain dengan asumsi totalnya itu sekian," jelas Tri Wahyu.

Dalam hal ini, tentunya UB berupaya untuk memberikan kesempatan kepada seluruh siswa di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi negeri terkemuka. 

Tri Wahyu berharap agar meski melalui jalur pendaftaran mandiri, seluruh mahasiswa jalur pendaftaran mandiri bisa tetap semangat dalam mengenyam pendidikan hingga mempunyai prestasi-prestasi yang baik.

"Yang jelas bahwa kami inginnya walaupun mandiri tapi tetap mereka juga punya prestasi-prestasi. Tidak hanya sekedar mandiri terus asal-asalan kuliah. Kita diuntungkan itu karena dengan peminat banyak kita bisa memilih yang terbaik atau yang prestasi-prestasi," ujar Tri Wahyu penuh harapan.(*)