KETIK, SURABAYA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memastikan penanganan medis ratusan siswa yang diduga keracunan MBG di Kabupaten Kediri, menjadi prioritas utama. Ia juga menginstruksikan untuk melakukan evaluasi operasional terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Posisi pemerintah daerah fokus pertama adalah bagaimana penanganan kepada penerima manfaat. Layanan kesehatan harus benar-benar sigap merespons kejadian luar biasa seperti keluhan yang ada di Kediri," katanya Selasa, 28 Juli 2026.

Kendati demikian, Emil juga mengaku berhati-hati dalam bersikap. Terutama dari informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, setelah ditelusuri, informasi di media sosial yang sempat viral ternyata merupakan kejadian lama yang kembali diunggah.

Meski demikian, Emil mengaku masih berhati-hati menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial. Pasalnya, beberapa informasi yang sempat viral ternyata merupakan kejadian lama yang kembali diunggah.

"Kadang informasi kami dapatkan dari media sosial, padahal setelah dikonfirmasi ternyata itu kejadian lama," ujarnya.

Baca Juga:
BGN Tutup 833 Dapur MBG dan Berhentikan Ratusan Karyawan

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Emil terus menjadikan bahan evaluasi terhadap setiap adanya lporan dugaan keracunan. Salah satu contoh evaluasi dari kasus di Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Di sana siswa mengalami keracunan karena disebabkan ayam belum matang akibat kurang cermatnya proses pengolahan.

"Memang ada ketidakcermatan sehingga ayam belum diolah secara maksimal. Ini tentu menjadi dasar bagi BGN untuk mengambil tindakan terhadap SPPG tersebut," bebernya.

Tak hanya di Sidoarjo, Satgas MBG juga mencatat kejadian serupa di SMPN 1 Ploso, Jombang. Siswa di sana mengalami diare setelah menyantap menu ayam betutu dan tahu bulat. Namun, penyebab pasti hingga kini masih dalam proses investigasi.

"Kesimpulannya belum bisa dipastikan makanan mana yang menjadi penyebab karena masih diinvestigasi," ungkap Emil.

Baca Juga:
Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S. Deyang Terkait Dugaan Korupsi MBG

Emil juga mengapresiasi pola komunikasi Kepala KPPG maupun pemerintah daerah yang aktif menyampaikan perkembangan setiap kejadian kepada Satgas MBG.

"Kami berharap KPPG terus memberikan pembaruan kepada Satgas MBG di tingkat kabupaten/kota, juga kepala satgas selalu mendapat informasi dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan sesuai sasaran penyaluran MBG," bebernya.

Sebagaimana diketahui, 201 siswa di Kabupaten Kediri dilaporkan mengalami mual, muntah, hingga pusing yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG. Dinkes Kabupaten Kediri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. (*)