KETIK, JOMBANG – Sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, mahasiswa KKN Universitas Pembangunan Nasiona (UPN) Veteran Jawa Timur Kelompok 20 Jombang melaksanakan program penanaman biopori komposter di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Program ini bertujuan mendorong pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi kompos sehingga dapat mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19–22 Juli 2026 sebagai salah satu program unggulan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diinisiasi oleh kelompok KKN.

Melalui inovasi ini, mahasiswa menghadirkan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program diawali dengan pembuatan media biopori menggunakan pipa paralon berdiameter 4 inch yang dipasang pada lubang sedalam kurang lebih 1 meter. Pipa paralon dipilih sebagai media biopori karena memiliki daya tahan yang baik, mudah diperoleh, serta lebih efisien dalam penggunaannya dibandingkan media lain.

Sosialisasi penggunaan dan perawatan biopori kepada warga dusun Bareng (Foto: Dok. kelompok 20 KKN Jombang UPN "Veteran" Jawa Timur)

Baca Juga:
Polres Pemalang Bekali Ratusan Pelajar SMK dengan Literasi AI dan Bahaya Hoaks

Biopori tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai tempat penampungan sampah organik, seperti sisa makanan dan daun kering, yang akan terurai secara alami menjadi kompos. Selain menghasilkan pupuk organik, keberadaan biopori juga membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan.

Sebelum pemasangan dilakukan, mahasiswa KKN melaksanakan survei untuk menentukan lokasi yang memenuhi syarat, yaitu berada jauh dari badan jalan, perakaran pohon, dan saluran air serta memiliki kondisi tanah yang gembur.

Berdasarkan hasil survei tersebut, penanaman biopori dilakukan di beberapa titik yang tersebar di Desa Bareng. Sebanyak 15 titik dipasang, meliputi 2 titik di Makam Desa Bareng, 3 titik di rumah Sekretaris Desa Bareng, 1 titik di rumah warga Dusun Mojounggul, 2 titik di rumah warga Dusun Kedungpring, 2 titik di Posko KKN Kelompok 20, dan 3 titik di Pondok Pesantren BBE. Persebaran lokasi ini diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus menjadi contoh penerapan biopori di berbagai lingkungan masyarakat.

Selama proses penanaman, mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada warga mengenai cara penggunaan dan perawatan biopori komposter. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai jenis sampah organik yang dapat dimasukkan ke dalam biopori serta proses penguraiannya hingga menjadi kompos.

Baca Juga:
Jelang Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Gus Ipul Cek Kesiapan hingga Tata Tempat Tidur Muktamirin

Edukasi tersebut bertujuan agar biopori yang telah dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan setelah kegiatan KKN berakhir. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti sosialisasi menunjukkan adanya kepedulian terhadap upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Pengembangan inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bareng dalam mengelola sampah organik secara mandiri. Selain mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, program ini juga mendorong terbentuknya kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.

Dengan demikian, Desa Bareng diharapkan dapat menjadi contoh desa yang menerapkan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan teknologi sederhana yang berkelanjutan. (*)