KETIK, MALANG – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid, menggelar Turnamen Badminton Cak Udin Open 2026 pada 14–18 Juli 2026 di Kota Malang. Turnamen tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat, khususnya bagi masyarakat urban.
Ketua terpilih DPC PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih, menjelaskan bahwa turnamen yang digelar Cak Udin juga merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB. Cak Udin ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa PKB dapat dekat dengan semua kalangan, tidak hanya identik dengan kegiatan keagamaan.
"Sebagai partai politik, PKB juga harus merespons semua isu dan segmen masyarakat, termasuk anak muda dan para pegiat olahraga. Karena itu, kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan oleh Cak Udin sebagai Sekjen. Ini juga menunjukkan bahwa PKB punya perhatian terhadap dunia olahraga, gaya hidup anak muda, dan masyarakat urban," ujarnya, Selasa (14/7/2026), di Gedung MBA.
Saat ini, masyarakat, khususnya anak muda, mulai menggalakkan gaya hidup sehat. Mereka kini tidak hanya ramai dengan kegiatan nongkrong di kafe, tetapi juga mulai mendekatkan diri pada gaya hidup sehat melalui olahraga.
"Nah, itu yang kita dukung, salah satunya melalui gelaran ini. Indonesia harus sehat agar bisa produktif. Kalau kita tidak sehat, kita tidak bisa produktif dan tidak bisa membangun negara. Maka, membangun masyarakat yang sehat secara fisik dan mental menjadi bagian dari konsentrasi PKB," tegas Hikmah.
Baca Juga:
Ternyata Nikmatnya Ngopi Sambil Merokok Tak Sebanding dengan Risiko, Ini Penjelasan MedisTerlebih, saat ini Pemerintah Kota Malang juga tengah menggencarkan sport tourism. Hikmah menekankan bahwa program dari instansi ataupun pihak mana pun yang bertujuan menyehatkan masyarakat perlu mendapat dukungan penuh.
"Kalau mau prestasi cabang olahraga tertentu menguat, kompetisinya dan turnamennya harus terus digencarkan. Sekarang pesertanya lebih dari 500 orang. Artinya, masyarakat memiliki minat yang tinggi untuk membangun kompetisi yang sehat. Siapa tahu dari sini lahir pebulu tangkis yang andal," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Badminton Cak Udin Open 2026, Franciskus Xaverius Narko, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah rutin digelar setiap tahun. Pesertanya pun berasal dari berbagai kalangan.
"Tahun ini memang kami sengaja mencoba kemasan baru dengan empat kelas. Sebelumnya kami menggunakan kelas bebas. Antusiasme para pecinta badminton juga sangat tinggi. Bahkan hingga penutupan pendaftaran kemarin, masih banyak pemain yang tidak kebagian kuota," ujarnya.
Baca Juga:
Susunan Struktur Pimpinan DPC PKB Kota Malang 2026-2031, Ini DaftarnyaMenurutnya, jumlah pegiat olahraga badminton di Kota Malang maupun daerah lain di Jawa Timur sangat tinggi. Bahkan, peserta tidak hanya berasal dari Malang Raya, tetapi juga dari Surabaya, Blitar, Tulungagung, dan Pasuruan.
"Kalau total hadiah, sebenarnya uang pembinaannya sekitar Rp45 juta untuk empat kelas tersebut. Juara 1 sampai 4 mendapatkan hadiah, kemudian ada medali dan berbagai doorprize," pungkasnya.